Masih ingatkah kita..
Bahwa setiap kita punya niat baik, Alloh langsung memerintahkan malaikat pencatat amal untuk mencatat niat itu ke dalam buku catatan amal kebaikan kita. Meski baru sekedar niat.
Dan jika benar-benar seorang hamba yang tadinya berniat baik itu melakukannya, maka Alloh perintahkan malaikat untuk mencatatkan baginya minimal dua kali lipat besarnya dari pahala niat baik itu.
Masih ingatkah kita bahwa jika di antara kita ada yang berniat buruk.. Alloh melarang malaikat pencatat amal untuk menambahkan niat buruk itu di buku catatan buruk kita selama niat tersebut tak dikerjakan.
Dan apabila seorang hamba kemudian tetap menjalankan niat buruk yang ada dalam hatinya.. Alloh pun masih memberi kita kesempatan.
Alloh masih menunggu penyesalan kita dan pertobatan kita.
Alloh perintahkan malaikat pencatat amal tidak buru-buru menuliskannya di buku catatan keburukan si hamba tadi. Karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menunggunya...berbaiksangka kepadanya.
Coba renungkan kawan..
Betapa baiknya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kepada kita, hambaNya.
Tapi kita sering lupa..
Fokus kita hanyalah tentang berapa banyak keinginan kita yang dikabulkan, berapa banyak kemudahan yang kita dapatkan. Seberapa sering kita tertawa dan bahagia.
Kita sering lupa..
Bahwa Alloh yang belum juga mengabulkan beberapa permintaanmu, adalah Alloh yang sama yang tak langsung menghukum kita atas segala dosa yang telah kita lakukan.
Alloh itu sebaik itu kawan..
Tapi kenapa di sebagian hati, ada yang tidak merasakan keberadaan Alloh dan juga kebaikanNya..? Karena ia hanya fokus kepada dirinya sendiri.
Maka rumusnya hati yang ingin dekat dengan Alloh, merasakan kebaikan Alloh dan mendapatkan kebaikan yang lebih banyak lagi di setiap waktunya adalah..
Jangan fokus pada sudah seberapa baik nasibmu, tapi syukuri dulu bahwa kita masih diberi rezeki meski maksiat berulang-kali. Lalu segera bertobat dan sesali..