Kita mungkin akan dihadapkan oleh Alloh ﷻ pada satu keadaan yang membuat kita merasakan malu..
Begitu malunya..
Sampai bingung apakah harus marah atau menangis.
Jika dihadapkan pada keadaan yang demikian.. pilihlah untuk menangis saja.
Jadikan rasa malumu sebagai bahan untuk bisa menangis di hadapan Alloh.
Marah itu menyakiti orang lain dan menghancurkan diri sendiri.
Sementara air mata yang kau tumpahkan dari lubuh hatimu yang terdalam adalah sebab bersihnya jiwa.
Jangan turuti keinginan nafsu untuk melampiaskan kemarahan. Bertahanlah untuk diam dan bersabar.
Karena membuka mulut di saat hati sedang kecewa bisa jadi sebab hancurnya citra dan kemuliaan dirimu sendiri.
Dan percayalah..
Bahwa masih jauh lebih mudah untuk menahan diri tidak bicara saat ini, daripada menghadapi penyesalan yang terjadi di kemudian hari karena terlalu cepat membuka mulut.
Karena apapun pembelaanmu, belum tentu didengarkan. Diam di saat seperti ini adalah cara terbaik untuk menjaga kehormatan dirimu sendiri.
Tak apa malu sebentar..
Alloh tahu sakitmu yang terdalam.
Alloh tahu hatimu sekuat tenaga menahan.
Jika memang salah.. akui kesalahanmu di hadapan Alloh dan istighfari. Jika pun bukan salahmu.. anggap saja ini adalah pelatihan sabar yang harus dilalui agar sempurna syarat untuk diberikan rezeki dan nikmat yang lebih besar lagi.
Diam, tenang dan lanjutkan hidup dengan kebaikan.
Nanti Alloh yang akan berikan jalan keluarnya..
Kalau tidak dengan diberikan tempat yang baru, dimana orang-orang baru lebih menaruh hormat kepadamu dan tak tahu masa lalumu.
Atau Alloh akan bukakan hati orang-orang di sekitarmu saat ini untuk mulai melupakan kesalahanmu dan pada akhirnya melihat sisi kebaikanmu. Yang dengan itu, justru semakin tinggi derajat dan martabatmu.