Jika suatu saat..
Kehidupan memaksamu untuk memilih antara;
● menghilang dan pergi tapi dengan itu harga dirimu terjaga.
● atau tetap tinggal dan terlihat, namun tak memiliki harga diri sama sekali.
Maka pilihlah untuk menghilang dan pergi saja.
Karena dirimu, ditentukan oleh seberapa engkau menjaga harga diri dan kehormatamu.
Harga diri yang terjaga menjadikan nasihatmu didengar. Perilakumu diperhatikan dan dicontoh. Pribadimu disegani dan diperhitungkan.
Dan dengan itu semua, engkau bisa berdakwah dan mengajak pada kebaikan. Menyusun rencana perubahan dan memberikan pandangan-pandangan kebenaran.
Namun jika harga diri sudah hilang..
Akan amat sulit bagimu untuk memengaruhi siapapun dan mengubah keadaan.
Jangankan didengar dan diperhitungkan, dianggap ada pun belum tentu.
Karena itu kawan..
Jangan pernah takut untuk pergi.
Bumi Alloh itu luas. Dan akan selalu ada hati yang menerimamu dengan penuh cinta.
Pergi untuk menjaga harga diri itu jauh lebih baik.. dari pada tinggal dan selalu hadir, tapi hanya untuk ditertawakan.
Karena terkadang..
Bersama orang yang telah lama bersamamu, dirimu tak terlalu istimewa. Biasa saja dan bahkan lebih cenderung terlihat banyak cacatnya.
Tapi di pandangan orang yang baru mengenalmu. Engkau dihormati dan dimuliakan.
Maka tak jarang..
Ada orang-orang yang justru mampu menua dengan penuh kemuliaan dan rasa hormat di saat bersama dengan mereka yang asing pada mulanya.
Begitulah memang rumusnya..
Nabi Nuh pergi.
Nabi Ibrahim pindah.
Nabi Yunus pergi.
Nabi Yusuf menghilang.
Nabi Isa mengasingkan diri.
Nabi Muhammad ﷺ pun hijrah.
Karena ada keadaan dimana berpindah lingkaran, terkadang bisa menjadi solusi untuk hidup yang lebih kuat, lebih berdaya, dan berdampak besar.