Salah satu nasihat yang paling sering diulang oleh guru saya berkali-kali adalah..
Jangan pernah lupa untuk tersenyum ketika di tengah-tengah manusia.
Sebab keberadaan kita adalah syiar.
Terlebih kalau tercitra sebagai orang yang senang beramal sholeh, seneng ngaji, aktivitas dakwah. Atau mungkin pernah nyantri. Pantang kalau sampai mukanya cemberut.
Orang yang cemberut, susah senyum...
Itu seolah-olah dia lupa dengan banyaknya nikmat Alloh yang telah dia dapatkan.
Punya badan, sehat, bisa kemana-mana, bisa nafas. Bahkan punya keluarga, teman dan banyak hal. Dan beragam macam rezeki.. Itu semua nikmat dari Alloh.
Masih punya umur, punya kesempatan, dan terlebih punya iman. Itu karunia yang besar..
Jangan sampai semua itu lantas tidak mampu membuat kita bersyukur.. Dan salah satu wujud paling mudah syukur adalah senyum-senyum.
Maka paksa diri kita untuk mudah tersenyum..
Tampakkan bahwa orang-orang yang sudah berjuang belajar agama dan dekat dengan amal sholeh itu.. hidupnya lebih baik. Makanya senyum..!!
Kalau orang yang seneng ngaji, pakaiannya syar'i, ikut aktivitas dakwah.. tapi mukanya cemberut terus, maka seolah semua kebaikan itu tidak membawa kebahagiaan dalam hidup. Alhasil.. orang pun juga tidak tertarik dengan apa yang kita sedang perjuangkan.
Senyum kawan..
Sepahit apapun keadaanmu.
Sesempit apapun hatimu.
Karena tersenyum adalah salah satu cara menampakkan bekas-bekas nikmat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
وَاَ مَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
"Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)." (QS. Ad-Duha: 11)
Yuk senyam-senyum.
Biar yang melihatmu sampai-sampai berpikir, seolah hidupmu penuh dengan kemudahan, rezeki dan kebahagiaan.