Beruntungnya kita bahwa 2 hal ini tidak Alloh serahkan di tangannya manusia.
Yakni.. Rezeki dan Maut.
Bayangkan jika 2 hal itu diserahkan di tangan manusia..
Terlebih jika orang itu adalah orang yang mengenalmu.
Tetanggamu misalnya..
Atau mungkin malah di tangan orang yang benci banget sama kita.
Pasti akan amat sangat gawat.
Salah omong dikit aja.. bisa jadi, besok rezeki kita langsung distop alirannya.
Nggak sengaja bikin sakit hati.. bisa-bisa urusan nyawa yang jadi taruhannya.
Bersyukurnya..
Urusan sepenting rezeki dan maut, Alloh sendiri yang menentukan.
Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Pemaaf lagi Maha Penyabar.
Karena itu.. berkali-kali kita nakal, bandel, dan salah pun, rezeki masih juga mengalir. Umur pun masih diberi.
Untungnya rezeki kita bukan di tangan manusia.
Yang sekalinya kecewa.. yang diingat hanyalah keburukannya saja. Sementara seribu kebaikan di masa lalu, seketika dilupakan.
Tapi Alloh tidak begitu..
Alloh nggak baperan.
Satu saja kebaikan yang kita lakukan. Di hadapan Alloh, hal itu amat sangat besar nilainya dan Alloh amat sangat menghargainya.
Dan seribu keburukan pun di hadapan Alloh. Adakalanya Alloh anggap itu semuanya tak ada dan tak jadi masalah. Asalkan kita mau bertobat, mengaku salah dan berjanji tidak mengulanginya.
Kurang bersyukur apa lagi coba..?
فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Oleh Sebab itu..
Jangan khawatir jika dirimu ditinggalkan manusia.. karena rezekimu bukan di tangan mereka.
Jangan khawatir jika dirimu dibenci manusia.. karena keselamatanmu tidak bergantung kepada mereka.
Hiduplah tanpa bergantung dengan makhluk..
Dan hiduplah dengan hanya bergantung kepada Alloh Azza wa Jala.