Yang berat itu bukan rindu.
Tapi belajar sabar di saat kita sudah merasa benar.
Orang yang tahu dirinya salah..
Tahu dirinya masih banyak keburukannya.
Akan jauh lebih mudah menerima kesulitan hidup.. lantaran ia berpikir bahwa ini sebab salahnya, sebab dosanya, sebab jauhnya ia dari Alloh selama ini.
Ia maklum dengan apa yang sedang Alloh ﷻ berlakukan untuknya.
Banyak diantara kita yang berhasil sabar saat diri sedang belajar jadi orang benar.
● Saat baru awal-awal kembali memperbaiki sholat.
● Saat baru datang di majelis ilmu setelah sekian lama meninggalkannya.
● Saat baru mulai hijrah dari pekerjaan yang buruk ke pekerjaan yang halal.
Tapi sayangnya, justru gagal bersabar saat diri mulai merasa sudah benar.
Begitu mulai rajin ngaji.. merasa tak boleh lagi diuji.
Begitu mulai rajin sholat.. merasa tak seharusnya lagi mengalami kesulitan yang berat.
Begitu mulai menjalankan amalan-amalan sunnah.. seolah diri tak boleh mengalami susah.
Padahal diuji itu pasti..
Bukan karena Alloh benci.
Tapi sebab Alloh ingin tahu siapa yang serius perjuangannya dan kesabarannya.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ ۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَا رَكُمْ
"Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu." (QS. Muhammad: 31)
Jangan merasa benar.. Agar diri tidak merasa mulia.
Jangan merasa benar.. Agar ujian Alloh tetap nampak indahnya di hati kita.
Jangan merasa benar.. Agar hati senantiasa tawadhu.
Dan yang paling penting dengan begitu..
insyaallah sabarmu akan tetap menjadi sabar yang tiada batasnya. Menjadi syukur yang tiada tapinya.