Sudahlah..
Kasihan hatimu. Yang terus dipaksa membawa kesedihan atas kejadian hari kemarin yang sudah berlalu.
Diubah sudah terlewat.
Disesali pun sudah terjadi.
Dan Jangan pula bebani pikiranmu dengan ketakutan akan hari esok yang belum terjadi. Kasihan pikiranmu yang kian lama kian berat menanggungnya.
Dibayangkan belum tentu kejadian.
Ditakutkan hanya semakin membuat sempit keadaan.
Karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berkali-kali mengulang dalam Al Qur’an peringatan untuk kita..
"Laa Takhof wala tahzan"
"Jangan takut.. jangan sedih.."
Karena sejatinya..
Inilah pencuri yang paling dekat atas kenikmatan dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Rasa takut akan masa depan.
Dan rasa sedih atas masa lalu.
Karenanya..
Letakkan pikiranmu yang terlalu jauh itu.
Redam hatimu yang terlalu sedih itu.
Yang sudah terjadi.. ya sudah.
Istighfari jika itu dosa.
Dan mintalah maaf jika salah itu melibatkan manusia.
Dan atas apa yang belum terjadi.. bersiaplah dengan ikhtiar yang terbaik dan tawakal.
Rencanakan dengan ilmu.
Dan iringi dengan doa agar Alloh ridho.
اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Alloh" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."" (QS. Fussilat: 30)