Entah apa yang terjadi..
Seperti sudah menjadi ketetapan abadi. Bahwa mereka yang punya impian untuk menyenangkan orang-orang yang dicintainya, justru malah diuji dengan mereka yang sedang diperjuangkan.
Kita memikirkan betul-betul keadaan mereka.. justru yang dipikirkan tak sekali dua kali bersikap egois.
Kita sedang berbuat baik untuk mereka.. justru yang ada kita dimanfaatkan kebaikannya.
Kita berusaha menjaga tindak tanduk agar tak menyakiti.. yang dipikirkan malah seenak hati.
Mungkin memang begitulah sunatullahnya.. Untuk menguji seberapa besar ikhlasnya kita.
Sekaligus cara untuk Alloh mengajari kita..
Secinta apapun kita kepada makhluk, sudah menjadi sifatnya makhluk, bahwa mereka tetap selalu berpotensi menyakiti.
Termasuk pasangan dan anak-anak pun tak selamanya menentramkan hati.
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَا جِكُمْ وَاَ وْلَا دِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَا حْذَرُوْهُمْ ۚ وَاِ نْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. At-Taghabun: 14)
Sudah berupaya semaksimal apapun juga berbuat baik kepada manusia, terkadang tetap tak dianggap ada nilainya.
Sudah begini dan begitu.. tetap saja salah di pandangan matanya.
Tapi tidak dengan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Karena ternyata, untuk bisa menyenangkan Alloh itu hanya membutuhkan upaya yang jauh lebih sederhana daripada menyenangkan manusia.
Sekedar doa dan istighfar bisa membuat Alloh menurunkan kasih sayangNya kepadamu.
Sekedar berdiri 2 raka'at sepenuh hati, jadi wasilah Alloh mau menurunkan pertolongan-Nya untukmu.
Dan agar kita tersadar..
Bahwa hanya Alloh saja yang tak pernah mengecewakan saat dicintai. Dan satu-satunya cinta yang pantas diperjuangkan sampai mati, hanya cinta kepada Alloh saja.