"Saya sudah sabar ustadz.. tapi akhirnya saya yang tersakiti.."
"Saya sudah ikhlas.. tapi malah Saya yang dikecewakan.."
Jika ada yang merasakan demikian..
Maka berarti sabar dan ikhlasnya masih salah definisi.
Karena sabar itu..
Sebenarnya bisa diartikan, siap untuk tidak dibalas sampai kapanpun. Bahkan jika berarti adalah sampai akhir hidup sekali pun. Karena ia tahu, balasan terbaik itu disiapkan di surga.
Sebagaimana sapaan malaikat kepada para penghuni surga yang baru datang nantinya..
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّا رِ
salaamun 'alaikum bimaa shobartum fa ni'ma 'uqbad-daar
"(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu." (QS. Ar-Ra'd: 24)
Itulah sabar..
Maka, jika masih sering terasa sakit dalam hati. Mungkin sabarmu masih kau batasi dengan waktu semu yang kau tentukan sendiri. Esok, lusa, bulan depan, atau tahun depan.
Dan ikhlas itu..
Artinya tidak lagi mengharapkan dari siapapun kecuali hanya dari Alloh saja.
Karena dia sudah "selesai" (kholaso) dari urusan dengan manusia.
Orang yang sudah tidak lagi mengharapkan dari manusia.. mustahil akan kecewa. Jika kecewa?? Mungkin kita masih berharap dibalas manusia.
Sabar dan ikhlas itu satu paket.
Bisa sabar kalau kita punya ikhlas. Bisa ikhlas kalau ingat sabar. Gitu terus.
Jika masih ada sakit dan kecewa..
Mungkin batas waktumu masih waktu dunia. Dan jika kecewa, harapanmu masih kepada manusia.