IBU SAYA PENJUAL ES TEH

03 December 2024 Andre Raditya

Dulu saya malu.. 

Dari sejak SD sampai saya SMA, setiap kali ditanya apa pekerjaan orangtua, khususnya ibu. Saya akan selalu menjawab ibu rumah tangga. 

 

Bapak saya kerja serabutan seadanya..  

Hampir sebagian besar kebutuhan harian kami justru bersumber dari ibu di saat itu. 

Ibu saya jualan es teh di pinggir jalan. Di dekat pasar. Pelanggannya para kuli panggul. Segelas Rp 300 rupiah, tapi bisa 2 sampai 3 kali nge-jok (free-refill). 

 

Saya malu..  

Karena keadaan itulah, dulu sering sekali telat bayar SPP. Kadang sampai 3-4 bulan sekali baru bisa bayar.. itupun setelah saya minta berulang kali. 

 

Saya dulu malu.. 

Karena hal tersebut pula. Apapun yang rusak..? Sepatu, tas dan lainnya, ibu selalu menjawab.. "besok.." atau "sabar". 

 

Ada satu kejadian yang saya sesali sampai saat ini. Ketika saya diajak berjualan, saat itu libur. Kalau tidak salah ingat.. saat itu saya kelas 6 SD. 

Saya diminta ibu bantu jualan. Dari rumah.. kurang lebih 3 kilo dari lokasi ibu berjualan. Kami naik sepeda. 

 

Ibu naik sepedanya, sambil membawa 2 jerigen besar diikat dengan ban di bagian boncengan. Isinya biang teh. Nanti sesampainya di lokasi jualan baru dicampur air putih. Begitulah kira-kira. 

 

Memang biang teh ini dibuat di rumah, biasanya dibuat mulai jam 5 pagi, setelah ibu pulang dari keliling jualan nasi bungkus ke kampung-kampung. Selesai persiapan kira-kira jam 7 pagi. Masih malamnya setrika baju orang-orang.  

 

Kami berdua naik sepeda masing-masing. Sepeda bekas dari pasar loak yang cukup terjangkau. Saya mengikuti dari belakang. 

Ketika itu.. sampai di perempatan besar. Karena jalan agak menanjak ibu saya mengayuh pelan. Saya pun mengikuti dari belakang.. 

 

Begitu lampu merah.. kendaraan berhenti, kami pun segera menyeberang. 

Dan tanpa sengaja.. saat tepat di tengah-tengah perempatan itu, saya menyenggol ban belakang sepeda yang dinaiki ibu. 

Ibu saya jatuh dari sepeda. Dan jerigen pun jatuh, tumpah beserta isinya.  

Kata pertama yang keluar dari lisan beliau setelah jatuh adalah.. 

"Kamu minggir dulu,.." agar saya selamat. 

 

Ibu berusaha sesegera mungkin bangun dan menegakkan jerigennya, dengan maksud agar tak semakin banyak biang teh yang tertumpah di tengah jalan. 

Tapi di saat yang sama.. 

Lampu hijau menyala, kendaraan bermotor mulai melaju. 

 

Saat itu saya hanya bisa diam menyaksikan.. ibu di tengah jalan, menegakkan sepedanya, mengambil sandalnya, mengangkat jerigen-jerigennya, berusaha menepi dan menyelamatkan semuanya. 

 

Dulu pemandangan itu tak berarti apa-apa. Tapi sekarang.. 

Setiap kali ingat, saya selalu merasa bersalah dan berdosa.. kenapa dulu saya memandang hina pekerjaan orangtua. ðŸ˜­ 

 

Padahal dengan itu saya makan.  

Dengan itu saya berpakaian dan dengan itu saya mengenyam pendidikan.  

Ingatan tentang kejadian itu yang membuat saya berjanji setelah dewasa, saya ingin membuat IBU BANGGA.  

Dan itu yang terus saya upayakan sampai saat ini. Semoga Alloh ï·» memudahkan niat saya. Semoga Alloh ridho. 

 

Kawan..  

jangan pernah malu dengan profesi halal orangtuamu. Karena mereka melakukan semua itu bisa jadi karena takut mengambil yang haram demi untukmu. 

Dan untuk mereka yang merasa lebih terhormat dan mulia. Jangan pernah kau hina jalan nafkah seseorang. Mereka sedang berjuang demi keluarga yang menjadi tanggungjawabnya.  

Mungkin saja.. yang kau rendahkan lebih tinggi derajatnya, sebab tak pernah menjilat dan bermuka dua demi memakan harta dari penguasa. 

 

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR
andre raditya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR

Kalau Alloh sudah memberikanmu 3 hal ini.. Maka berbahagialah. Sebab 3 hal ini sudah lebih dari cukup untuk membuatmu bahagia di dunia selamanya. D...

3 weeks ago Read
TAK BISA MELAWAN WAKTU
andre raditya

TAK BISA MELAWAN WAKTU

Ingatlah.. meski hari ini kamu kuat.. Terkenal, populer, punya banyak harta dan bisa mengakses semua kesenangan. Tapi ingatlah juga, suatu saat kam...

3 weeks ago Read
JANGAN BANYAK NGANGGUR
andre raditya

JANGAN BANYAK NGANGGUR

Pandai-pandailah jadi orang yang sibuk dalam amal sholeh. Cari kegiatan sebisamu.   Karena ketika engkau mulai banyak diamnya, banyak ngang...

3 weeks ago Read