Katanya.. diantara tanda menua dengan benar adalah..
Kita semakin sederhana dalam keinginan.
Dulu waktu muda pingin makan berbagai macam lauk yang enak-enak. Begitu menua.. pinginnya yang anget-anget saja. Yang penting nyaman di perut, sederhana dan menyehatkan.
Dulu pinginnya jalan-jalan kemana-mana..
Pingin lihat ini dan itu. Bisa belanja dan cuci mata. Foto-foto dengan berbagai landscape dunia. Tapi sekarang?? Di rumah bersama keluarga pun sudah nyaman. Paling kalau pingin pergi jauh, ya ke mekah madinah aja cukup.
Dulu pingin gabung ke berbagai lingkaran pertemanan. Agar dikenal, diakui, disapa dan dianggap penting. Eh semakin tua.. semakin sadar bahwa itu semua hanyalah teman palsu dengan tawa basa-basi.
Sekarang yang dicari adalah teman yang mau menasihati dalam kebaikan, teman yang meski sedikit tapi sering ketemu di pengajian, di sholat berjama'ah. Dan kalau kita sakit mereka mengunjungi. Saat kita nanti meninggal?? Mereka mau datang menyolati.
Pakaian pun makin sederhana dan tak ingin terlalu mencolok di tengah kerumunan.
Kenapa cenderung demikian??
Karena sebenarnya, badan sedang bersiap untuk latihan dengan keadaan sebenarnya di saat nanti bertemu kematian.
Saat mati.. kita tak lagi butuh makan.
Saat mati.. kita tak lagi butuh pakaian mewah.
Tak bisa jalan-jalan.. dan tak perlu tempat yang besar dan megah.
Dan tentu saja.. di saat mati.
Kita tak punya banyak teman kecuali amal.
Karenanya.. jika ada yang semakin tua, namun keinginannya semakin tak terkendali dan semakin ribet dengan urusan hidupnya, maka hampir bisa dipastikan..
Ia sedang lupa atau dibuat lupa dengan kematiannya.
وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَ نْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Alloh, sehingga Alloh menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik." (QS. Al-Hasyr: 19)