Jangan buru-buru menyalahkan takdir..
Bukan takdirnya yang buruk. Bisa jadi, sudut pandang kita yang kurang luas.
Bukan takdirnya yang buruk. Kitanya yang tidak sabar menjalaninya sampai akhir.
Jujur saja..
Sudah berapa banyak hal yang dulu kita menangis menjalaninya.. Hari ini, hal itu ternyata malah kita syukuri sekarang.
"Alhamdulillah.. untung dulu begini dan begitu."
Yang dulunya tragedi.. ternyata sekarang jadi komedi.
Berapa banyak orang yang dulu kita iri kepadanya. Hidupnya enak, bisa punya ini bisa punya itu. Tapi sekarang.. ternyata kehidupan kita masih jauh lebih baik setelah dewasa.
Oleh sebab itu.. saya belajar.
Bahwa kunci kehidupan yang baik itu hanya dua..
1. Bertahan untuk terus menjalaninya.
Sepahit dan sesulit apapun.
Maju terus sampai ujung.
Jangan berhenti, jangan menyerah. Apalagi balik arah.
Maju aja terus. Hadapi terus.
Bertahan selama mungkin.
Karena bisa jadi kebaikannya sudah dekat.
Asal bisa tetap berdiri dan bertahan, nanti semua akan membaik dengan sendirinya.
Selama terus berjalan.. pasti nanti ketemu kebaikan.
2. Selalu sikapi dengan baik setiap keadaan. Bahasanya lainnya adalah syukur.
Karena hidup ini bukan tentang apa yang Alloh berikan, tapi tentang bagaimana kita mampu memanfaatkannya.
Sama seperti anak kecil.
Kalau dikasih kertas, belum tentu untuk nulis.
Bisa jadi ia sobek-sobek, bisa juga ia remes jadi bola. Bisa ia lipat jadi kapal atau pesawat. Yang penting.. hal itu menyenangkan hatinya.
Belajar untuk mencari hal yang bisa menyenangkan hatimu dan melihat hidup itu seru.
Karena apapun yang terjadi..
Ini semua hanyalah ujian sementara yang tak lama. Jangan banyak bersedih.
Karena kekasih Alloh itu tidak mudah bersedih.
اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
"Ingatlah kekasih (wali) Alloh itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Yunus: 62)