Salah satu kejutan dari Alloh ﷻ kepada hambaNya terkadang diberikan justru saat sang hamba berada di titik paling akhir dari semua rangkaian perjuangannya.
Sebagaimana Nabi Musa saat berada di depan laut merah.
Sebagaimana Nabi Ismail saat tengah berhadapan dengan mata pisau di lehernya.
Sebagaimana Nabi Ayyub saat tak lagi sanggup menahan perihnya luka dan sakit di badannya.
Sebagaimana Nabi Zakariya saat mendapati usianya sudah amat sangat tua untuk mendapatkan putra.
Sebagaimana bunda Hajar sudah habis tenaganya untuk berlari mencari air bagi Ismail.
Kenapa demikian??
Karena Alloh ingin sang hamba merasakan puas yang amat sangat setelah lelahnya berjuang, dan tingginya pengharapan.
Karena Alloh adalah sebaik-baik pemberi balasan.
Alloh ingin dikenali sebagai PEMBERI BALASAN yang TERBAIK.
Alloh ingin dikenali sebagai PENGANTAR HADIAH yang PALING BERKESAN.
Alloh ingin dikenali sebagai KEKASIH yang PALING ROMANTIS dan TAK TERLUPAKAN.
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas." (QS. Ad-Duha: 5)
Hingga saat hadiah itu datang.
Pertolongan itu tiba..
Badanmu merasakan getaran cinta yang luar biasa.
Air matamu menetes tak terbendung dan tak bisa ditahan.
Setiap inci kulitmu merinding bahagia.
Dan senyummu tersirat lega dan penuh dengan keridhoan kepada Alloh.
Alloh ingin dikenali..
Bahwa hanya DIA yang mencintai dengan amat sangat istimewa.
Dan agar kita sadar, bahwa harusnya.. Alloh lah yang harus dicari untuk pertama kali. Jangan lagi dicari di saat terakhir seperti selama ini.
Maka bisa jadi.. saat dirimu sedang berada di titik ketidakpercayaan diri yang amat sangat rendah.
Saat seluruh energi sudah habis tak tersisa. Dan pikiran sudah buntu tak tahu lagi seperti apa harus memikirkan cara.
Saat itulah pertolongan Alloh akan datang dengan begitu dramatisnya. Insyaallah..