Untuk kesekian kalinya..
Alloh mempertemukan saya dengan seseorang yang dengan ceritanya mengonfirmasi bahwa hidup itu bukan tentang seberapa banyak yang Alloh berikan (dalam bentuk harta), melainkan tentang apakah Alloh memberi seseorang itu kelapangan hati atau tidak.
Karena orang yang bercerita kepada saya baru saja.. adalah orang yang bekerja di luar negeri dengan semua fasilitas terbaik yang bisa didapatkannya.
Pendapatannya besar.
Koleksi kendaraan banyak.
Harta mudah datang.. tapi anehnya mudah juga hilang.
Setelah merenung lama.. baru beliau mengambil kesimpulan dan bercerita.. Bahwa caranya memandang hidup selama ini, yang salah.
Beliau lupa untuk mencari sumber ketenangan. Siapa?? Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Karena tanpa ketenangan yang diberikan dalam hati, semua hal di dunia ini hanya akan jadi sebabnya frustasi dan emosi.
Jika Alloh berikan sesuatu.. tapi Alloh tidak pernah berikan kelapangan dalam hati. Apalagi kesempatan untuk menikmati. Itulah musibah.
Ada saja waktu yang habis untuk pekerjaan. Kalau ada waktu longgar.. lebih milih untuk digunakan beristirahat karena sudah amat lelah sekian lama.
Keluarga mulai terabaikan. Hidup hanya menjadi perputaran aktivitas rutinan.
Karenanya.. punya kelapangan itu penting.
Terlebih kelapangan hati.
Lapangnya hati membuat hidup menjadi lebih baik apapun keadaannya.
Sakit tak jadi beban.
Ujian terasa ringan.
Bahkan ujian berat sekalipun akan dilalui dengan nyaman.
Itu lantaran Alloh berikan hatinya rasa lapang.
Sebaliknya.. jika hati disempitkan Alloh. Semua kenikmatan sekalipun tak akan bisa dirasakan dan dimanfaatkan.
Yang ada.. perasaan serba kurang, tidak ideal dan khawatir yang berlebihan.