Rumus Rezeki itu dari dulu selalu sama..
Cukup ingat 3 hal ini..
● Dibagikan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
● Disempitkan oleh dosa maksiat yang kita lakukan.
● Dilancarkan dengan memperbanyak amal sholeh.
Maka jangan pernah menganggap orang lain sekuat itu sampai-sampai kita tuduh-tuduh menghalangi rezeki.
"Rezeki saya seret karena dibikin si fulan".
"Rezeki saya diserobot si anu".
Kawan.. manusia tidak punya kendali apapun atas apa yang sudah Alloh tetapkan..
اللَّهُمَّ لا مَانِعَ لِما أعْطَيْتَ، ولَا مُعْطِيَ لِما مَنَعْتَ، ولَا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ
"Ya Alloh, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan (bagi pemiliknya). Dari Engkau-lah semua kekayaan dan kemuliaan”. (HR. Bukhari Muslim)
Kalau pun ada yang jadi penyebab kesempitan.. pastilah kita sendiri yang jadi ujung pangkalnya. Dan biasa hal itu karena dosa yang kita lakukan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه
“Dan sesungguhnya seseorang benar-benar dihalangi mendapatkan rezeki karena dosa yang dilakukan olehnya.” (HR. Ibnu Majah)
Jadi..
Kalau merasakan rezeki sedang sempit, buka kesempitan itu dengan beramal sholeh banyak-banyak.
مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)
Tapi.. terlepas dari itu semua. Rumus yang paling awal adalah kunci dari segalanya. Bahwa jangan lupa, yang memberikan segala sesuatu itu adalah Alloh ﷻ.
Jangan pernah meletakkan apapun dan siapapun sederajat dengan Alloh sebagai pemberi rezeki.
Bukan bosmu, orangtuamu, pekerjaanmu, benda keramat yang kau puja. Atau apapun itu. Karena Alloh adalah permulaan dan puncaknya segala sesuatu. Termasuk urusan Rezekimu.
وَاَ نَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰى
"dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu)," (QS. An-Najm: 42)
Sekali saja kau sejajarkan mereka sebagai sebab datangnya Rezeki.. Maka runtuhlah seluruh rezekimu saat itu. Atau paling tidak, sebentar lagi.