Satu fakta paling clear yang harusnya kita sudah tahu dan harus melihat ini sebagai bentuk kesadaran tertinggi adalah..
Bahwa kita datang ke dunia ini untuk DIUJI.
Tidak ada tujuan lain. Titik.
Kita datang. Diuji. Selesai. Pergi.
Kita adalah orang-orang yang ketika hadir di dunia ini.. ibaratnya seperti orang yang masuk ke dalam arena pertandingan.
Siap bertanding, siap lecet-lecet, siap babak belur, dan siap berjibaku sampai capek.
Karena memang itu tujuan yang Alloh tetapkan untuk kita di dunia ini.. yaitu UNTUK DIUJI.
Jangan berpikir bisa lolos.
Tidak hari ini, tunggu saja besok.
Tidak besok? Mungkin lusa.
Tidak di hal yang ini, pasti di hal yang lain.
Ada yang diuji dengan rasa lapar, kekurangan harta, ketakutan, kehilangan orang yang dicintai, sampai diuji dengan hilangnya kepercayaan dan nama baik.
Dan itu sudah PASTI.
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," (QS. Al-Baqarah: 155)
Dan di tengah beragam ujian berat itulah..
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menilai kita.
Alloh melihat bagaimana reaksi kita.
Seberapa besar keyakinan kita tetap teguh kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Seberapa hebat kita tetap memprioritaskan ibadah setelah mungkin linglung pasca diterpa ujian.
Seberapa besar baik sangka kepada Alloh dan kesabaran hati untuk tetap menanti janji Alloh ﷻ.
Yang ketika nanti kita pergi meninggalkan dunia ini..
Kita dengan tenang hati mengatakan, "Alhamdulillah.. untungnya dulu aku tidak menyerah".
Tugas kita adalah bereaksi dengan sikap yang benar sebagaimana yang Alloh ﷻ inginkan.
Mikir untuk bisa lolos dari fase diuji itu mustahil. Lebih baik mikir untuk bisa bersikap yang benar saat diuji.
Tetap Beriman, Sabar, Baik Sangka dan Tidak Putus Asa.