Salah satu tanda dibaikkannya sebuah keluarga adalah.. Alloh ﷻ akan menggerakkan hati suami di keluarga tersebut untuk mulai senang dengan ilmu agama.
Karena bagaimana pun, arah keluarga itu akan kemana ditentukan oleh seorang suami.
Dan ketika seorang suami paham agama, ia punya bekal menasihati.
Dia tahu bagaimana cara berbicara dengan baik dan lemah lembut.
Dia paham tanggung jawab, dia paham apa yang harus menjadi prioritas dan mana yang harus ditinggalkan dan dilarang.
Dan ditambah lagi..
Laki-laki yang sudah belajar agama tahu, apa-apa saja yang mulai saat itu jadi isi pembicaraan dengan pasangannya dan anak-anaknya.
Obrolannya berisi, berbobot. Sehingga anak-anaknya cerdas, punya gambaran besar, dan penuh iman.
Istrinya tenang dan penuh kelegaan karena jawaban dari suaminya selalu tuntas dan menentramkan.
Karena baik dan tidaknya sebuah keluarga dimulai dari seorang suami. Sebaliknya.. hancur dan hilangnya arah sebuah keluarga, juga dimulai dari suami.
Karenanya..
Jika ingin melihat bagus tidaknya gambaran visi sebuah keluarga, lihatlah pada seberapa lama waktu yang diluangkan oleh seorang suami di suatu keluarga untuk duduk di majelis ilmu.
Jika ia duduk di majelis ilmu hanya ketika sempat dan di waktu-waktu sisa.. Maka rumahtangganya pun sebenarnya tidaklah ia prioritaskan.
Meski nampaknya ia lelah bekerja dan sibuk untuk keluarga. Namun sejatinya, ia tidak berbuat apa-apa..
Karena seorang suami surgawi, tidak hanya sibuk memberi nafkah. Tapi juga sekuat tenaga ingin mengantarkan anggota keluarganya bersama-sama berkumpul di Jannah.
Dan itu semua butuh kasih sayang.
Dan kasih sayang.. dimulai dari adanya ilmu di dalam hati.
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَ هْلِيْكُمْ نَا رًا وَّقُوْدُهَا النَّا سُ وَا لْحِجَا رَةُ
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (QS. At-Tahrim: 6)
Suami mau baik.. keluarga jadi baik. Insyaallah..