Pada akhirnya kita semua akan bertemu dengan pelajaran berikut ini..
Pertama..
Bahwa diam saat kita sedang membangun semua impian dan mengupayakan semua rencana adalah sikap terbaik yang mempercepat terwujudnya keberhasilan.
Andai harus punya tempat untuk berisik dan bercerita..
Maka kepada Alloh ﷻ saja sudah cukup.
Kedua..
Tidak ada teman yang benar-benar setia. Yang ada adalah kedekatan berbasis kepentingan dan ekspektasi.
Selama kepentingannya terpenuhi dengan keberadaan dirimu, mereka akan setia. Begitu kau tak lagi berguna, mereka akan pergi untuk mendekat kepada yang bisa memenuhi ekspektasinya.
Andai butuh teman yang sejati, sepertinya Al Qur'an sudah cukup untuk menemani.
Ketiga..
Tidak pernah ada kekayaan yang mampu mencukupi keinginan manusia. Akan selalu ada hasrat dan obsesi baru setiap kali bicara tentang harta dan kekayaan.
Andai butuh kekayaan yang paling mencukupi, maka itu adalah rasa Syukur yang besar.
Keempat..
Akan selalu ada orang yang membencimu. Jika semua pembenci kau jadikan musuh, maka musuhmu akan terus bertambah dan semakin banyak.
Andai harus punya musuh. Maka sepertinya Hawa Nafsumu sendiri saja sudah cukup.
Kelima..
Jangan pernah mengharapkan mendapatkan satu nasihat yang berlaku untuk semua keadaan dan berlaku di semua waktu.
Karena setiap keadaan butuh nasihat yang berbeda.
Setiap waktu memerlukan nasihat yang berbeda lagi.
Terus belajar. Dan jangan malas mengumpulkan nasihat demi baiknya kehidupanmu.
Andaikan kau membutuhkan nasihat yang paripurna untuk diingat selamanya.. Maka cukuplah kematian menjadi nasihat bagimu.