Hal yang paling melelahkan di dunia ini adalah mengejar apresiasi dari manusia.
Jika seluruh tindakan dalam hidupmu hanya untuk pujiannya manusia, pingin dilihat "wow" oleh yang lain.
Maka bisa dipastikan hidupmu akan lelah dan tak lagi bermakna.
Karena apresiasi manusia itu tidak ada yang abadi.
Hari ini dianggap keren.. berganti era sudah beda lagi.
Hari ini dianggap hebat.. seiring waktu dianggap biasa saja.
Jika hidup hanya diisi untuk mencari apresiasinya manusia.. pasti lelah, pasti susah dan memakan banyak biaya.
Dan hari ini.. itulah gambaran dunia kita.
Semua diukur dari berapa banyak views, followers, subscribers, likes dan sejenisnya.
Tak jarang demi views, orang rela menanggalkan kehormatan, kesopanan, kepantasan, dan nilai luhurnya sebagai manusia.
Ada pula yang demi pujian rela keluar banyak biaya. Flexing dan semacamnya yang membuat ia terjebak dalam pusaran update duniawi.
Sudah lelah.. ternyata tidak abadi.
Maka hiduplah untuk mencari apresiasi dari Alloh. Dan itu jauh lebih mudah.
Jika untuk menyenangkan dan dapat pujiannya manusia, kadang kita harus bertindak sedemikian rupa, mahal biayanya dan tak jarang setelah usaha pun, ternyata apresiasinya tak seberapa.
Sementara untuk dapat apresiasinya Alloh jauh lebih sederhana.
Cukup bangun di malam ini, ketika kebanyakan orang tertidur.. lalu sholat ringan sembari menyampaikan hajat. Alloh sudah memuji kita sebegini luar biasa..
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَا فِلَةً لَّكَ ۖ عَسٰۤى اَنْ يَّبْعَـثَكَ رَبُّكَ مَقَا مًا مَّحْمُوْدًا
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra': 79)
Karenanya.. jika ingin lelahmu berkurang, kejarlah pujian Alloh semata. Jika ingin hidupmu tenang, carilah ridho Alloh saja.