"Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa".
Tidak ada yang sia-sia dari semua yang Alloh ciptakan.
Termasuk rasa kecewa..
Adanya rasa kecewa itu tidak sia-sia.
Tapi adanya rasa kecewa bukan sebagai bahan untuk meluapkan amarah kepada pihak yang menjadi sebab.
Bukan untuk jadi awal marah, benci atau dendam.
Bukan untuk itu tujuan "Rasa Kecewa" diciptakan.
Kecewa itu diciptakan oleh Alloh untuk bisa dirasakan di hatimu sebagai pengingat..
Bahwa ternyata kita masih sering ingin mengatur. Bukan bersyukur.
Kakean ngatur, kakean karep.
Terlalu banyak keinginan.
Dan terlalu tinggi memasang standar tanpa melihat kualitas diri. Tanpa ngukur keadaan.
Mereka yang gemar mengatur.. yang ingin selalu keinginannya dipenuhi.
Pasti akan lebih sering bertemu dengan rasa kecewa.
Tujuan adanya rasa kecewa, agar hati menyadari.. Jadi manusia itu yang nurut. Karena Alloh ingin agar kita banyak bersyukur.. nurut dan mudah diatur Alloh lewat takdir dan ketetapanNya.
Orang yang manut (ke Alloh) pasti sedikit rasa kecewanya.
Hingga Rasulullah Shollallahu'alaihi wa sallam mengajarkan sebuah doa..
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ, وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ, وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ, وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا
"Allahumma innii a’udzubika min ‘ilmi laa yanfa’u wa min qalbin laa yakhsya’ wa min nafsin laa yasba’ wa min da’watin laa yustajabu laha"
[Ya Alloh, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, hawa nafsu yang tidak pernah puas dan doa yang tidak dikabulkan.] (HR. Muslim)
Dalam rangkaian doa ini..
Ada permintaan untuk berlindung dari jiwa yang tak pernah puas. Sebab, hati yang tak pernah puas akan selalu ingin mengatur.
Bisikan hatinya adalah.. "Harusnya begini.."
Ketika doa.. "Aku maunya begini"
Hidup harus sesuai kemauan dirinya.
Walhasil.. banyak kecewa.
Karena jelas.. hidup tak akan selalu sesuai dengan maumu.
Sebab itu.. alih-alih meminta semua serba ideal, mintalah Qona'ah (rasa cukup) dalam hati.
Insyaallah semua seketika akan menjadi nikmat, harta terasa cukup, dan semua keadaan akan menjadi baik.