Baca judulnya biasa aja. Nggak usah dilagukan. Ketahuan anak toktok. Hehe
Karena saya hanya ini nulis hal kecil ini. Semoga manfaat.
Bahwa Makin gelapnya masalah yang kita hadapi, sering kali dimulai dari langkah awal menyikapinya.
Ada sebagian orang yang ketika menghadapi masalah, yang pertama dipikirkannya adalah "SIAPA YANG SALAH".
Maka seketika.. fokus dirinya adalah mencari pihak yang bisa disalahkan, yang bisa jadi tempatnya meluapkan kekesalan dan kemarahan. Pihak yang harus dituntut pertanggungjawabannya.
Target alam bawah sadarnya adalah Mencari Nama yang bisa disebut.
Supaya hatinya lega.
Peduli amat apakah masalah selesai atau tidak, yang penting bisa punya cerita bahwa.. "Saya bermasalah gara-gara si Fulan".
Yang penting ada satu orang yang bisa ditunjuk sebagai sumbernya. Yang terkadang, itu sebenarnya hanyalah kedok untuk menutupi ketidakmampuannya menyelesaikan persoalan.
Hal itu sebenarnya adalah dorongan jiwa pengecut dari dalam hatinya. Mencari nama demi bisa meyakinkan diri bahwa..
"Ini semua bukan karena saya".
Ia butuh pihak lain untuk disalahkan jika keadaan makin memburuk.. Agar orang lain tetap memandang tinggi dirinya.
Kalau ada yang jelek, ya harus orang lain.
Kalau ada yang salah.. itu bukan saya. Harus orang lain.
Sementara.. Ada lagi sebagian orang yang ketika menghadapi masalah, ia bukan mencari "SIAPA YANG SALAH" namun mencari tahu "APA YANG SALAH.."
Objektif pikirannya adalah "Mana yang harus diperbaiki".
Pikirannya terfokus pada solusi, bukan drama.
Tak mau terlibat dalam konflik perasaan berkepanjangan. Ia fokus pada yang penting.
Bisa saja mencari pihak yang disalahkan, tapi ia sadar.. fokus paling penting adalah segera keluar dari masalah dan segera melanjutkan hidup.
Meminimalkan konflik dengan manusia.. Agar setelah semua selesai, semua hubungan sosial masih tetap baik-baik saja.
Karena Qur'an mengajarkan.. Dan ini harus jadi landasan sistem evaluasi hidup.
مَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّـفْسِكَ
"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Alloh dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.." (QS. An-Nisa': 79)
Setiap keburukan.. pasti dimulai dari kita.
Minimal setidaknya karena 2 hal.
1. Kurangnya ilmu karena enggan belajar di masa lalu. Males cari wawasan.
2. Akibat kurang ilmu jadi salah dalam mengambil keputusan. Salah memilih bisnis, salah memilih teman, salah memilih pasangan, dan seterusnya.
Dan 2 hal itu yang akhirnya jadi awalnya masalah.
Karenanya.. fokus mencari apa yang salah dan segera perbaiki, adalah jalan tercepat keluar dari lingkaran "DRAMA DAN KETIDAKPRODUKTIFAN".