Menangis itu tidak salah..
Justru menangislah yang membuat kita masih bisa disebut manusia..
Tapi bukan berarti harus selalu menangis untuk tetap disebut manusia.
Ada waktunya di mana terkadang tangisan itu harus ditunda.
Ditunda saat nanti saja ketika sudah menang dan berhasil.
Saat nanti, langkah sudah sampai di tujuan dan harapan mulai terlihat nyata.
Atau disimpan sebentar lagi sampai sepertiga malam yang akhir tiba untuk ditumpahkan nanti di atas sajadah.
Seorang mukmin sebisa mungkin berusaha untuk tidak jatuh dalam sedih dan lemah.. tapi bukan berarti tidak boleh menangis.
Karena tangisan bukanlah tanda kelemahan.
Dan menangis tidak selalu identik dengan rasa sedih.
Terkadang.. menangis menjadi satu-satunya ekspresi yang mampu menggantikan beragam rasa sekaligus.
Entah itu kebahagiaan yang tak terkira..
Perasaan lega yang tiada duanya..
Rasa harap yang begitu tingginya..
Atau juga kerinduan yang teramat besar sampai tak lagi bisa diekspresikan dengan kata.
Bahkan Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam saat ditanya oleh Abdurrahman bin Auf Radhiallahu‘anhu, kenapa beliau menangis ketika putra beliau, Ibrahim, meninggal. Beliau menjawab..
"Wahai Ibnu Auf, ini adalah rahmat (kasih sayang)."
Kemudian beliau melanjutkan, "Sesungguhnya mata berlinang air mata, dan hati bersedih, dan kami tidak mengatakan kecuali apa yang diridhoi oleh Rabb kami. Sesungguhnya kami dengan perpisahanmu, wahai Ibrahim, benar-benar bersedih." (HR. Bukhari dan Muslim)
Menangis itu manusia..
Yang terpenting jangan jadikan tangisanmu jadi pembuka bagi lisanmu berkata yang buruk atas takdir. Berpikir yang buruk kepada Alloh ﷻ dan menyesali apa-apa yang sudah Alloh tetapkan.
Jadikan tangisan sebagai ekspresi pengganti kata. Ekspresi penuh harap dan bahagia.
Dan bawa semua tangisanmu di hadapan Alloh ﷻ. Tunda sebentar untuk nanti malam.
Atau jika dirimu lebih mampu lagi..
Tunda tangisanmu untuk nanti saat semua rencana dan Ikhtiarmu telah berhasil mengantarmu di titik yang kau inginkan. Menangislah sejadi-jadinya..
Bukan karena terluka.. tapi karena bersyukur bahagia.
"Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Alloh, dan mata yang berjaga-jaga di jalan Alloh." (HR. Tirmidzi)