Mencari istri yang sempurna.. itu sama susahnya dengan mencari suami yang ideal.
Pinginnya laki-laki pasti mencari yang cantik, lembut, penurut dan sholehah.
Pinginnya wanita pasti mencari laki-laki yang baik, bertanggungjawab, alim plus ganteng.
Maka dalam satu hadits Rasululloh shollallahu'alaihi wa sallam berkata..
Bahwa ciri perempuan yang sholehah itu ada tiga.. Salah satunya..
إذا نظرت إليها سرتك
(Ketika dipandang, dia menyenangkanmu)
Menariknya hadits ini..
Rasululloh menyusun sebuah kalimat yang memungkinkan di dalamnya terlibat peranan subjek dan objek.
Sebagai yang dipandang.. yaitu si istri, maka tentu ia harus menampilkan kebaikan. Ya minimal berpakaian menarik di hadapan suaminya, berdandan yang menyenangkan suami, atau bertingkah yang menyenangkan suaminya. Ini jelas.. gamblang.
Tapi tak kalah penting.. ada juga peran dari si subjek pelaku. Yaitu yang memandang alias para suami.
Sebab.. sudah mau secantik apapun istri berdandan, mau sebaik apapun istri berpakaian dan bertingkah laku. Kalau suaminya memandang dengan pandangan benci dan kufur.. pasti tetap tak akan pernah bisa menyenangkan di mata suaminya.
Sehingga kita belajar..
Bahwa yang Rasululloh shollallahu'alaihi wa sallam maksud menyenangkan itu tidak dibebankan kepada objek saja.
Banyak para suami yang menggunakan hadits ini untuk memberikan istrinya beban..
"Kamu harus menyenangkan, kamu harus cantik, kamu harus begini dan begitu.."
Sementara caranya memandang bukan dengan pandangan syukur dan kasih sayang..
Jadi istri yang menyenangkan ketika di pandang itu adalah hasil dari 2 pihak.. bukan sepihak.
Sekalinya ada yang bilang..
"Saya kalau melihat dia senang kok tadz.."
Begitu ditanya.. siapa?? Ternyata jawabannya istri tetangga. Husss.. ngawur.
Yang dimaksudkan itu istrimu woi..
Bukan istri orang lain. Atur matamu.. kendalikan hatimu. Istrimu akan jadi yang sangat menawan.
Teringat sahabat Abu Dzar Al Ghifari Radhiallahu'anhu yang ketika menikahi seorang budak perempuan, janda berkulit hitam.. para sahabat lainnya bertanya, kenapa sampai wanita itu yang dipilih. Apa tidak ada yang lebih cantik, lebih baik atau minimal statusnya gadis.
Jawaban Abu Dzar..
"Dia.. adalah wanita yang membangunkan untuk sholat malam."
Maka di mata laki-laki yang punya syukur, fokus pada akhirat. Istri yang menyenangkan tak selalu diukur dari fisiknya.
Mau size istri berubah dari S ke XXL pun, nggak ada masalah baginya..
Mau dulunya kuning langsat sekarang coklat pekat pun tiada soal.
Karena gambaran cantiknya sudah terekam abadi di hatimu selamanya... cieee..