Ini adalah zaman di mana ada seseorang yang terpeleset ke dalam dosa. Namun kemudian banyak orang yang bersedia ikut terseret ke dalam pusaran dosanya.
Ikut berkomentar.
Ikut menyebarkan aib.
Ikut berprasangka.
Bahkan tak jarang ada bumbu tambahan agar lebih seru yang berujung dusta dan fitnah.
Memang benar akhirnya.. bahwa di antara ujian paling berat manusia adalah menjaga lisannya.
Sampai-sampai.. setiap pagi, seluruh anggota tubuh menasihati lisan karena saking khawatirnya seluruh anggota badan dengan kerusakan yang diakibatkan oleh lisan.
Nabi Shollallahu’alaihi wa sallam bersabda..
إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ : اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ ؛ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا ، وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا
“Jika manusia berada di waktu pagi, maka semua anggota badannya memperingatkan lisan. Mereka berkata, “Wahai lisan, bertakwalah kepada Alloh dalam urusan kami, karena sesungguhnya kami tergantung pada dirimu. Jika kamu bersikap lurus, maka kami pun akan lurus. Namun jika engkau menyimpang, maka kami pun akan menyimpang. “ (HR. Tirmidzi, shahih)
Bahkan nanti di hari kiamat, ada orang yang datang dengan pahala bertumpuk-tumpuk.. tapi hancur dan musnah sebagian besar pahalanya karena lisannya pernah menyakiti orang lain.
Pernah menjatuhkan kehormatan orang lain.
Sudahlah kawan..
Jadikan sosial mediamu sebagai tempat menyebarkan nasihat takwa. Amar ma'ruf nahi munkar.
Dan biarkan tetap begitu..
Karena jika suatu saat pemiliknya sudah tak ada. Maka siapa pun yang mengunjungi beranda sosial mediamu hanya akan mendapati kenangan baik tentangmu. Nasihat-nasihat baik darimu.
Dan itu amal jariyah.
Dari pada ketika orang berkunjung ke berandamu, mereka melihat beragam kabar informasi yang tak membawa manfaat, apalagi menambah keimanan kepada Alloh. Terlebih jika di antaranya adalah berita tentang aib orang lain.
Itu bisa menjadi dosa berkelanjutan.
Akhirnya...
Saya hanya bisa menutup dengan kalimat ini sebagai nasihat untuk diri saya pribadi dan juga untuk siapa pun yang membacanya.
Kawan..
Mungkin saja Alloh mengizinkan kita melihat aibnya orang lain. Namun belum tentu Alloh izinkan kita melihat tobatnya.
Bisa jadi.. orang yang kita gunjingkan karena kita lihat aibnya, sudah bertobat dan menangis penuh sesal di malam hari saat manusia terlelap dengan tidurnya
Yang dibicarakan meninggi kedudukannya di hadapan Alloh karena taubatnya. Yang membicarakan dan merasa lebih baik, malah berkutat dengan maksiat baru yang ia banggakan.