Hari ini mendapatkan pelajaran.. betapa hasad itu mampu menjadi sebab jatuhnya martabat seseorang.
Ia tak ragu mengeluarkan kata kotor..
Tak ragu melemparkan fitnah.
Tak ragu menebar benci.
Hasad adalah awal dari hancurnya kemuliaan diri seseorang. Awal dari jatuhnya martabat seseorang. Dan awal dari terjerumusnya seseorang ke dalam dosa yang lainnya.
Hasad membuat seseorang gelap mata dan mampu melakukan kejahatan demi bisa menjatuhkan orang yang dibencinya. Hasad bibit bibit dari fitnah, dan akar dari perilaku merusak.
Bahkan setiap kebaikan pun akan nampak sebagai kesalahan yang kian bertambah di mata orang yang penuh hasad dalam hatinya.
Hasad itu penyakit hati yang melahap habis pemiliknya. Pemiliknya tak menyadari bahwa ia perlahan dimakan tak bersisa oleh hasadnya.. menjadi versi lain dari dirinya yang lebih buruk.
Dan di saat seseorang hasad, Ia melakukan 3 dosa sekaligus.
1. Ia kufur atas nikmat Alloh kepadanya.
2. Ia menilai Alloh keliru dalam mengatur rezeki. Naudzubillah min dzalik.
3. Ia terdorong melakukan sesuatu hanya demi nikmat Alloh atas orang lain itu hilang. Jika tak bisa, maka lewat sebab kebenciannya, ia akan gemar mencari-cari kesalahan dan aib orang lain yang dibencinya.
Karenanya.. latih lah diri untuk senang hati ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat.
Ikutlah gembira atas apa yang dinikmatinya.. sebab bisa jadi, Alloh berikan nikmat itu sebagai penghibur hati atas kehilangan besar atau rasa sakit mendalam yang pernah dialaminya.
Kita tak pernah tahu apa yang Alloh ambil darinya.. mungkin jauh lebih besar daripada kebaikan yang sedang ia nikmati saat ini.
Ikutlah gembira dan bersyukur jika melihat orang lain senang.
Terlebih untuk para aktivis dakwah.
Jangan sampai hasad dengan kebaikan yang bisa dilakukan saudara kita.
Ingat.. setiap manusia telah diatur rezekinya. Demikian pula dengan amalnya.
Jangan merusak pahala dakwah dengan hasad.
Karena hasad itu berat. Memeliharanya, membuatmu berjalan lambat. Selalu menoleh. Selalu melihat ke kanan kiri, mana yang kira-kira bisa dijatuhkan dan dihabisi.
Lupa melihat jalan di depan.. sampai akhirnya terjungkal karena kelalaian sendiri.