Tidak ada yang lebih nyata kebenciannya kepada manusia kecuali setan. Dan setiap saat.. setan hanya berpikir untuk menjatuhkan manusia ke dalam murka-Nya Alloh.
Setiap saat melemparkan godaan ke manusia hanya demi agar manusia tertutup hatinya dari mengingat Alloh.
Maka, di zaman sekarang.. Setan tidak lagi menggoda manusia untuk syirik kepada Alloh secara terang-terangan..
seperti meninggalkan sholat atau menyembah berhala. Itu cara lama kata setan..
Zaman now.. Setan lebih fokus untuk menggoda manusia pada urusan ini saja.
1. Perasaan takut miskin.
Sehingga ia akan mulai mengambil yang bukan haknya, serakah dan menyimpan untuk dirinya sendiri.
Bahkan tak lagi peduli dari mana asal harta.. yang penting kekayaan bisa didapatkan.
2. Tidak yakin atas rezeki yang sudah Alloh tetapkan.
Ini jadi sebabnya hasad kepada orang lain. Jadi sebabnya semua orang dianggap lawan yang bisa mengurangi jatah rezekinya.
Dzolim kepada keluarga. Karena takut keluarganya jadi sebab berkurangnya harta. Pelit dalam amal.
Ia mengorbankan ibadahnya karena khawatir nggak dapat dunia.
Sholatnya ditunda demi pekerjaan.
Umrohnya ditunda karena masih sibuk.
Sedekahnya ditunda karena lagi banyak perlu.
Dan mendatangi majelis tak mau karena belum ada waktu.
Harinya diiringi ketakutan serba kurang..
Serba tak cukup. Tak lagi melihat hidup sebagai anugerah tapi melihat hidup seperti kesibukan yang tiada pernah ada habisnya.
3. Dan lebih sibuk khawatir atas apa yang belum dipunyai daripada mensyukuri yang sudah ada.
Dan inilah sebabnya kesedihan..
Sedih itu dimulai dari terbiasa melihat yang tidak dimiliki, namun tak mau melihat apa yang sudah dimiliki.
Ia lupa bersyukur atas yang ada.
Dan senantiasa mencari yang belum diberi.
Hati kian sedih dan nelangsa.
Kalau hati sudah sering sedih..
Maka motivasi jahat akan lebih mudah diterima. Ia berpikir, jadi baik hanya bikin susah. Maka tak ada salahnya menjadi sedikit jahat. Masuk ke jebakan setan.
Jika 3 itu sudah dimiliki hati.. Maka maksiat dan kekufuran akan ikut dengan sendirinya.
Manusia akan mencari sendiri maksiatnya.
Itu kenapa.. Alloh senantiasa menyuruh kita tenangkan hati dengan dzikir. Karena hati yang tenanglah yang bisa melihat nikmat. Hati yang tenang yang bisa melihat kebaikan Alloh.
Dan hati yang senantiasa tenang yang akan selalu bisa menahan dirinya dari godaan atas nafsu.