Namanya orang hidup..
Pasti ada yang namanya keinginan. Kalau sudah tidak ingin apa-apa, itu namanya mati. Sudah jadi mayat.
Bahkan orang mati pun ternyata masih pingin punya keinginan. Ingin kembali hidup dan bersedekah.
Kenapa kita masih punya keinginan..
Karena kita masih dunia.
Selama di dunia, pasti punya keinginan.
Dunia ini tempatnya kita dipancing untuk punya keinginan. Dan tak jarang keinginan itu jadi sebabnya orang terdorong melakukan sesuatu. Entah itu yang baik.. atau yang bathil.
Kalau ketemu yang baik ya alhamdulillah..
Kalau sampai pingin yang bathil, maka jadi sebabnya celaka.
Karenanya.. mereka yang selamat di dunia, adalah yang keinginannya bisa diatur sedemikian rupa.
Ia tahu kapan memenuhi keinginan dan kapan harus menundanya. Bahkan jika perlu, ada keinginan yang terkadang juga harus disingkirkan sebab jika dituruti malah jadi bahaya.
Orang yang hidupnya serba "Harus sekarang" tatkala pingin sesuatu.. tidak akan pernah bisa mengerti nikmatnya rasa sabar.
Karena ternyata.. Alloh meletakkan rasa nikmat di balik kesabaran.
Semakin bersabar.. semakin nikmat anugerah dari Alloh.
Sabar menahan lapar dan haus, jadi sebab nikmatnya berbuka puasa.
Sabar dari sikap boros, menjadi sebab nikmatnya rezeki yang lebih banyak untuk hal yang diperlukan.
Sabar mendidik anak, jadi sebab nikmatnya mendapatkan anak yang sholeh sholehah.
Sabar.. selalu jadi sebab kenikmatan berlipat rasanya. Tanpa rasa sabar.. semua rezeki tak ada nikmatnya.
Sekarang pingin makan soto..
Sekarang juga pingin renang..
Akhirnya makan soto sambil renang. Malah tumpah.. hehehe..
Pingin jalan-jalan naik motor Sekarang..
Tapi juga pingin rebahan Sekarang..
Akhirnya rebahan saat naik motor.. malah kecelakaan.
Ya gitulah kira-kira.
Sabar selalu membawa nikmat.
Tanpa sabar, hidup pasti terasa hambar.