Lapang rezeki itu bukan untuk gagah-gagahan.
Maka barangsiapa yang Alloh takdirkan punya kekayaan, kok lantas dia tidak masuk surga dengan kekayaannya.. ia menjadi orang yang kelak di akhirat paling rugi.
Sebab Alloh menghendaki lewat kekayaan itu antum bisa masuk surga.
Kekayaan itu ujian sebagaimana kemiskinan juga adalah ujian.
"Ahh.. tapi tetep enak kalau diuji dengan kekayaan tadz.."
Sini.. sini saya kasih paham.
Kawan, Alloh itu Maha adil. Maka dengan kaidah ini.. kita harus yakin bahwa ujian kemiskinan dan ujian kekayaan itu, tingkat ujiannya sama besar takaran kesulitannya.
Orang miskin dengan ujian kemiskinannya ia dituntut untuk bersabar dan menahan diri.
Tapi ia terlepas dari menanggung urusan orang lain. Dan banyak kemakluman syariat yang diberikan padanya.
Zakat jadi tak wajib.
Haji umroh diberikan kemakluman jika tak sampai.
Tapi ujiannya orang kaya, selain wajib bersyukur kepada Alloh, ia dituntut untuk peka dan peduli kepada sekitarnya.
Jika sampai ada orang susah di sekitarnya luput dari perhatiannya, hukuman Alloh siap menantinya.
Dia harus menolong orang lain, dalam keadaan tidak perlu menunggu orang susah lapor kepadanya.. tapi si kaya ini yang harus cari tahu. Ini berat lho.. jangan anggap enteng..
Maka dalam satu hadits Rasululloh shollallahu'alaihi wa sallam bersabda.
"Tidak beriman seorang mukmin yang tidur dalam keadaan perutnya kenyang, sementara tetangganya kelaparan sepanjang malam".
Antum tahu konsekuensinya disebut tidak beriman oleh Rasululloh ??
Maka kelak ia akan dibangkitkan di barisan orang-orang yang kufur kepada Alloh.
Setiap malam berlalu..
Setiap antum yang diberi banyak harta diintai dengan pertanggungjawaban.
Tidur dengan harta yang tidak termanfaatkan di jalan Alloh pada hari itu, sama seperti mengundang datangnya azab.
Maka kalau melihat kekayaan orang lain jangan gampang iri.. sebab belum tentu kita mampu dan selamat dari ujian kekayaan.
Karena wajib bagi mereka yang berharta mencari orang yang harus dibantu dengan hartanya.. Dan ini kesulitan mereka yang diberi Rezeki lebih.
Hei yang lapang harta.. hartamu bentuk baik sangka Alloh kepadamu yang dengannya diharapkan antum bisa banyak menolong orang susah.
Bukan untuk kemudian jadi sekedar bahan posting dan flexing.
Bagi yang belum lapang.. pahami bahwa setiap keadaan pasti adil tingkat kesulitan yang Alloh siapkan.
Sehingga.. jangan biasakan iri kepada mereka yang banyak rezekinya kecuali pada kemudahannya beramal.
Maka salah satu cara melihat hati kita aslinya seperti apa itu gampang.
Yakni.. ketika melihat kekayaan orang lain, pertanyaan seperti apa yang keluar dari mulut kita.. itulah isi hati kita.
Jika kita bertanya..
"Darimana ya bisa dapat seperti itu..?"
Maka ini berarti hatimu dipenuhi dengan dunia.
Namun jika muncul pertanyaan..
"Kapan ya saya bisa beramal seperti amalnya orang yang kaya itu..?"
Maka ini tanda hatimu diisi dengan tujuan akhirat.