Kawan..
Ada 3 hal yang tidak mungkin habis meskipun kau bagikan sebanyak apapun, kepada siapapun.
1. Ilmu
Sebanyak apapun yang kau bagikan, ilmumu tak akan pernah habis. Justru kadang malah berkembang dan bertambah. Semakin menguat dan terikat.
Maka jangan pernah pelit berbagi ilmu.
Jangan khawatir ilmumu dicuri, dan disaingi. Karena terkadang, yang bertanya pun belum tentu berkeinginan untuk mempraktikkannya.
2. Doa
Doamu juga tak akan pernah habis sebanyak apapun kau bagikan.
Maka jangan pelit mendoakan kebaikan untuk orang lain. Termasuk orang yang jahat kepadamu dan yang membencimu. Siapa tahu, doamu jadi wasilah untuk melembutkan hatinya.
Mendoakan orang lain itu juga tergolong akhlak yang mulia. Bahkan, salah satu cara paling cepat mencapai hajat adalah lewat jalan mendoakan orang lain yang punya hajat serupa dengan kita.
3. Maaf
Nah ini penting untuk dipahami..!! Bahwa maaf itu tak pernah ada limitnya. Kita saja yang memutuskan untuk membuat kata maaf jadi terbatas.
Maka, jangan pelit memberikan maaf kepada siapapun.
Kamu tidak mungkin rugi.
Yang ada justru malah untung besar.
Karena balasanmu langsung dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
وَجَزٰٓ ؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚ فَمَنْ عَفَا وَاَ صْلَحَ فَاَ جْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Alloh. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim." (QS. Asy-Syura: 40)
Oleh sebab itu..
Jangan membatasi maafmu kepada orang lain. Bahkan Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam saja memaafkan para pemanah yang jadi sebab kalahnya pasukan kaum muslimin di perang uhud.
Memaafkan wahsyi, dan juga para pembenci beliau di masa sebelum Fathu Makkah.
Karena memang memaafkan itu mulia dan tidak ada batasnya. Karena kadang yang membatasi dirimu adalah egomu, kebencianmu, dan ketidaktahuanmu atas balasan pahala dari Alloh untuk mereka yang memaafkan.