Kita ini terlalu sering merasa memiliki, maka pantas jika kemudian sering merasakan nyesek dan sakit hati saat kehilangan.
Kehilangan harta, jabatan, pasangan, anak, orangtua dan lainnya.. sering berujung pada rasa sakit dan kecewa. Seketika lupa bahwa semua itu milik Alloh. Dan hanya titipan sementara.
Maka perlu menjadi pemahaman setiap mukmin, bahwa tugas di setiap kenikmatan yang Alloh berikan hanyalah 3 saja..
1. Mensyukuri dengan cara memanfaatkannya dalam cara-cara yang Alloh ridhoi.
2. Merawatnya dengan baik. Jangan dirusak.
3. Mengembalikannya dalam keadaan terbaik saat diminta.
Punya badan yang sehat.. syukuri.
Pakai di jalan kebaikan. Jangan dirusak dengan memasukkan yang haram.
Dan kelak.. saat kembali, kembalikan dalam keadaan badan ini penuh dengan amal.
Kepalanya pernah sujud. Tangannya pernah menolong kesulitan saudara seiman. Kakinya dipakai melangkah ke tempat-tempat yang baik.
Demikian dengan nikmat pasangan dan anak..
Syukuri dengan mendidik mereka. Kenalkan kepada Alloh. Dan jangan dirusak dengan mendekatkan mereka pada hal-hal maksiat.
Sehingga saat Alloh ambil kembali, jiwanya dalam keadaan terbaik.. yaitu bertauhid.
Harta, jabatan dan semuanya pun sama..
Syukuri dengan menggunakannya. Jangan disimpan untuk kepentingan sendiri. Jangan pula dirusak dengan memakainya dalam perkara yang memancing murka Alloh.
Dan bersiaplah mengembalikan jika Alloh meminta.
Tugas kita hanyalah merawat apa-apa yang hari ini Alloh titipkan..
Karena jika waktunya telah tiba, semua itu akan diambil dan harus kita kembalikan. Maka kembalikan dalam kondisi yang baik, atau bahkan lebih baik lagi.
Itulah tugas seorang hamba yang beriman..
Bukan mewek, bukan kecewa, bukan nyesek hatinya, apalagi marah dan benci saat Alloh mengambil kembali apa yang memang menjadi milikNya.
Jangan sedih..
Jika hari ini satu titipan diambil, dan ternyata saat diambil kita menyerahkan dalam keadaan terbaik. Nanti Alloh akan kembali menitipkan hal yang baik lagi sebagai gantinya.