Sore ini saya ngobrol dengan seorang sahabat. Dan obrolan kami akhirnya membahas bab urusan pekerjaan dan nafkah.
Memang, pada akhirnya.. kemuliaan seorang laki-laki dinilai dari kemampuan mencari nafkah.
Dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengingatkan bahwa laki-laki harus pinter menjemput rezeki.
Ikhtiar, usaha, terus bergerak dan siap lelah. Karena itu adalah kehormatannya.
Selain itu.. ada satu ilmu yang saya dapatkan dari guru saya.
Kenapa seorang laki-laki harus siap kerja keras mencari nafkah..?? Karena laki-laki yang baik itu akan selalu mengingat bahwa ada 6 pihak yang berhak atas hartanya.
Karena yang butuh banyak pihak, maka ya harus yang rajin bekerja.. dan yang paling sedikit menikmati hasil pekerjaannya.
Sebab di dalam harta seorang laki-laki, terdapat hak atas :
1. Orang tuanya (termasuk mertuanya).
2. Istrinya.
3. Anaknya.
4. Anak yatim dan dhuafa.
5. Menafkahkan di jalan dakwah.
6. Baru untuk dirinya sendiri.
Jika seorang suami selalu buru-buru mengambil hak untuk dirinya sendiri sebelum memenuhi hak-hak lain yang ada pada hartanya. Hampir bisa dipastikan, ia akan berakhir menjadi suami (laki-laki) yang egois, tidak bertanggungjawab dan tidak punya manfaat bagi sekitarnya.
Dan begitulah Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam, Nabi kita tercinta bersikap.
Beliau ketika mendapatkan harta, selalu habis untuk orang miskin, orang lemah dan dakwah.
Keluarganya yang paling akhir mendapat bagian. Sampai baju putrinya pun memiliki beberapa tambalan kain. Rumahnya tak jarang, sepi dari makanan.
Tak ada perkakas mewah yang mengisi rumahnya.
Ini yang selalu pada akhirnya mencegah saya dari berlaku sembarangan atas harta.
Mikir betul sebelum memakainya..
Kalau bisa dimakan banyak orang, kenapa harus saya makan sendiri.
Menempatkan hak harta atas diri di posisi akhir, membuat seorang laki-laki akan bekerja jauh lebih giat dan lebih cerdas. Lantaran ia tahu.. bahwa dirinya harus jadi wasilah penghidupan banyak orang melalui kedua tangannya.
Ia tak akan bersantai, tak akan bermalasan dan pasti punya tujuan.
Begitulah nasihat malam ini.
Selamat merenungkannya.