Hidup itu jangan penuh kepura-puraan.. yang apa adanya saja jika itu dalam urusan penampilan dan gaya hidup.
Satu-satunya kepura-puraan menurut saya yang kita boleh lakukan adalah pura-pura bahagia.
Pura-pura bahagia, pura-pura gembira.. itu tidak salah.
Meski keadaan sedang sulit, hati sedang pedih perih sedih, pikiran kacau balau ku ada lima rupa-rupa warnanya sampai meletus balon hijau doorr.. pun tak ada soal.
Boleh tetap pura-pura menampakkan bahwa diri sedang baik-baik saja.
Karena pura-pura bahagia, dan memasang wajah selalu ceria itu adalah cara untuk memaksa diri bisa bahagia beneran (dimulai dari lahiriyah).
Hati diajak mengenal keadaan ridho dengan keputusan Alloh. Dipaksa. Agar tahu betul bahwa Alloh pasti sebaik-baik pengatur.
Dunia ini tidak abadi.. pun juga apa yang ada di dalamnya seperti rasa sedih dan senang, keadaan lapang dan sempitnya.. pasti nanti datang waktunya bahagia betulan.
Pura-pura bahagia adalah kata lain belajar ridho. Tunjukkan keceriaan sampai semua orang mengira bahwa hidupmu sangatlah menyenangkan dan seolah tanpa kesedihan dan ujian. Itu baru jadi hamba kelas Elite.
Surga menanti dan merindukanmu..
Dikasih bangkrut ya tetap senyum dan tenang. Sebab ridho atas takdir Alloh.
Dikasih susah ya tetap senyum.. Sebab ridho kepada keputusan Alloh.
Dikasih sakit.. ya tetap memaksa diri senyum dan tenang sebab ridho.
Meski semua itu terpaksa dan pura-pura.
Meski dimulai dari pura-pura senyum.. insyaallah akhirnya bisa benar-benar senang dan tenang akibat syukur sudah terbentuk dan menebal di dalam hati. Kebal dengan keadaan yang tidak serba baik.
Latah bersyukur..
Spontan tersenyum..
Dan refleknya Alhamdulillah..
Ini baru manusia keren.