Kita ini seringkali lupa, bahwa siapapun yang selama ini kita kenal.. mereka semua tak lebih dari manusia biasa yang pasti punya salah dan keburukan.
Anehnya.. begitu kita mendapati mereka punya keburukan, atau melihat kekurangannya.. seketika kita membenci dan menjauhinya.
Padahal, saat dulu hubungan (pertemanan) sedang baik-baik saja.. bisa jadi keburukan itu sebenarnya sudah ada. Hanya saja, Alloh masih tak mengizinkan kita untuk melihat aibnya..
Begitu melihat atau dikasih lihat.. lalu benci tanpa berusaha menasihati dan mengajaknya untuk memperbaiki diri.
Kalau caramu bermuamalah dengan manusia selalu seperti ini (hanya mau yang baik dan sempurna).. Itu artinya, kita lebih memilih nyaman dibohongi (yang penting kelihatan baik di depanmu).
Kita tidak siap memiliki teman yang punya kekurangan, yang mungkin saja justru Alloh menyengajakan ia menjadi temanmu agar lewat wasilahmu dia menjadi baik.
Itupun juga kalau kamu sudah merasa baik.
Padahal kita pun ingin selalu diberi kesempatan atas setiap kesalahan..
Maka dikatakan oleh para hukama, "Barangsiapa yang mencari teman tanpa cela, maka selamanya ia tak akan memiliki teman. Barangsiapa yang mencari istri yang sempurna, ia tak akan pernah mendapatkannya kecuali di surga."
Tidak akan pernah ada kesempurnaan di dalam diri seseorang yang berstatus makhluk. Karena selama ia adalah makhluk, di balik jubah anggunnya, akan terdapat banyak cacat dan banyak cela.