Sebuah fakta yang tak bisa dipungkiri..
Bahwa terkadang, perjalanan kita menuju kedekatan kepada Alloh, dimulai dari kehidupan yang berat.
Sudah terlalu sering saya melihat..
Mereka yang akhirnya "mengenal kembali" Alloh Subhanahu Wa Ta'ala..
Kembali bisa menikmati doa.
Diawali dari mentoknya urusan dunia mereka.
Kembali tahu bagaimana rasanya berharap sepenuhnya kepada Alloh.. ketika akhirnya dikecewakan setelah berharap kepada manusia.
Dan munculnya cinta kepada Alloh.. dimulai ketika dunia yang ia perjuangkan, ternyata justru melukai dan semakin menyiksa batinnya.
Karena itu..
Jangan kau kutuk kesulitan. Karena bisa jadi kesulitan yang datang.. adalah undangan yang berikan padamu untuk kembali mendekat kepada Alloh.
Sambut kawan..
Jangan sampai undangan itu dikirimkan berkali-kali. Alih-alih menjadi dekat kepada Alloh, yang ada justru hanya hidup yang terus berpindah dari satu kesulitan ke kesulitan lainnya.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَتِلْكَ الْاَ يَّا مُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّا سِ ۚ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
"Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir).." (QS. Ali 'Imran: 140)
Karena kalau terus senang dan di atas, kadang manusia jadi lupa darimana ia berasal.
Kalau hanya mudah dan serba lapang, ia lupa rasanya berharap dan memohon kepada Alloh.
Ingat..!! Apapun yang membuatmu mendekat kepada Alloh, itulah nikmat. Meski terkadang wujudnya berupa beratnya kehidupan, sulitnya keadaan dan kesedihan yang menghancurkan hati.
Tapi sebaliknya.. apapun yang membuatmu jauh dari Alloh, meskipun nampaknya seolah kemudahan, keindahan dan kemewahan, sejatinya itu adalah musibah.