Salah satu hal penting yang saya pelajari dari guru saya.. memutuskan bahagia tanpa menunggu validasi orang lain.
Dan ternyata, ini rumus keren banget dalam menjalani hidup.
Sederhana.. tapi dampaknya luar biasa.
Ternyata.. langkah tercepat untuk bisa tenang dan bahagia adalah tidak terikat pada kacamata penilaian orang lain.
Beliau tipe orang yang tetap nyaman dengan motor butut 4 gigi ketika yang lain beralih ke matic. Kata beliau.. "Wis penak.."
Beliau tipe orang yang kalau pakai sandal sampai rusak sebelum ganti baru dengan alasan serupa.. "masih nyaman.."
Apapun yang dipakai. Dilakukan, dikerjakan.
Prinsipnya selalu sama.
Lakukan yang perlu..
️Pilih yang dibutuhkan..
Dan pakai sesuai fungsinya.
Selama tidak melanggar syariat agama dan norma kemasyarakatan.
Beliau tak pernah menunggu validasi orang lain hanya untuk bahagia.
Saya akhirnya sadar..
Itu yang membuat hidup beliau penuh manfaat dan keberkahan.
Hartanya manfaat karena dipakai sesuai kebutuhan.
Aktivitasnya berkah karena hanya melakukan yang pokok dan perlu-perlu saja. Tidak sibuk membuang waktu hanya agar dikatakan exist.
Ternyata..
Memang TENANG itu tidak didapatkan dari pengakuan, melainkan dari pilihan yang sadar dan bertanggungjawab.
Memilih bukan untuk menyenangkan siapapun, tapi memilih karena itu yang paling pas untuk diri kita sendiri. Tanpa menggunakan ukuran orang lain sebagai standar yang harus diikuti.