Lisan (lidah) kita di letakkan di dalam mulut.. Dan masih pula dijaga dengan 2 bibir sebagai tutupnya, agar ia benar-benar terjaga penggunaannya. Seolah lisan adalah makhluk buas dengan penjagaan yang amat ketat.
Jangan sampai lepas kendali..
Ini pelajaran agar kita jangan sampai sembarangan dalam berucap.
Sebab, ketika lisan tiada terjaga, kerusakan besar pun bisa datang.
Tidak semua penghinaan harus diumumkan. Tidak semua rasa sedih diungkapkan..
Yang tidak tahu jadi akhirnya malah tahu.
Saya ingat pesan guru saya..
Orang berilmu itu diukur dari lisannya..
Jika bicara ada manfaatnya..
Jika pun sampai diam, itu pasti hasil dari pertimbangan yang panjang.
Diamnya orang berilmu bukan karena tidak tahu.. tapi kebanyakan justru buah dari pemikiran yang panjang akan dampak dan seberapa manfaat hal itu untuk dibicarakan.
Jadi masuk akal sekarang.. kenapa Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam ketika ditanya oleh sahabat Uqbah ibn Amir Radhiallahu'anhu tentang kunci keselamatan..
Beliau shollallahu'alaihi wa sallam menjawab yang paling pertama adalah..
"Jagalah Lisanmu.."
Menunjukkan betapa ternyata ini adalah perkara yang teramat penting sebagai awal dari semua keselamatan, ketentraman dan ketenangan hidup di dunia dan nanti di akhirat.
Orang mulia karena lisannya.
Tapi tak sedikit yang jatuh sebab lisannya.
Ada yang jatuh cinta karena lisan.. tapi banyak juga yang bermusuhan karena lisan.
Dipercaya orang karena lisan..
Hancur kepercayaan pun sebab lisan.
Bertumpuk pahala karena lisan (dzikir), yang bergelimang dosa pun juga sebab lisan.
Jaga betul kawan..
Termasuk nulis status.. jangan sampai yang awalnya orang tak tahu, malah jadi tahu karena kita yang tak pandai menahan diri dan menahan jari.