Akan selalu ada orang-orang yang menyalah artikan sikap didiamkan.
Didiamkan agar ia berbenah dan evaluasi dari suatu sifat dan sikap yang buruk.. tapi malah berkesimpulan bahwa didiamkan itu adalah memberi izin, permisif, diberi kelonggaran dan kebebasan.
Tak selamanya benar memilih cara mendidik orang itu dengan mendiamkan. Ada kalanya perlu menyampaikan secara eksplisit tentang kekurangannya..
Bisa jadi ia tak sadar..
Atau menganggap apa yang dia lakukan bukanlah kesalahan.
Terlebih jika mereka orang dekat yang kita sayang.
Suami, istri, anak-anak..
Adik, kakak..
Sahabat dekat.. atau murid kita.
Tidak semua berada di fase dewasa berpikir. Dan itu kesalahan saya yang dulu sering saya lakukan..
Berharap semua orang sadar dengan sendirinya.
Alhasil..
Setelah menanti cukup lama dan yang dimaksud tak kunjung sadar. Kita kecewa, marah dan jengkel.
Padahal karena memang yang dimaksud ternyata tidak merasa.
Beranilah bicara..
Ambil waktu.
Ajak duduk bersama. Bicarakan dengan pasanganmu, anak-anakmu..
Timmu, sahabatmu..
Muridmu..
Dan mereka yang kau sayang.
Awali dengan kalimat..
"Aku menyayangimu.. ini kepedulianku..
Aku takut kelak diamku akan dimintai pertanggungjawaban oleh Alloh. Izinkan aku menyampaikan ini..
Jika baik dan suka, ambilah..
Jika tak suka.. jangan membenciku dan aku meminta maaf."
Selebihnya..
Biarkan Alloh yang mengatur hatinya, mengubahnya dan membimbingnya.