Ada yang bertanya..
"Ustadz.. orang tua saya bukan orang yang taat beribadah kepada Alloh. Masih susah diajak sholat, diajak ngaji dan abai dengan syariat. Apakah saya masih harus meminta doa kepada beliau??"
Saya akan menjawab iya.
Kenapa?? Sebab tidak ada juga yang berani menjamin, doa dari beliau tidak dikabulkan.
Kawan..
Menjadi paham agama itu tidak lantas menjadikan kita boleh memandang buruk orang tua kita yang belum belajar agama.
Karena bisa jadi?
Beliau hari ini "bodoh" dalam urusan agama pun juga karena kita.
Karena sibuk mencari nafkah untuk kita sampai lupa belajar.
Sibuk merawat kita di waktu kecil sampai tak punya waktu untuk belajar.
Sebab itu..
Jika ada orang tuamu yang belum paham agama. Bersabarlah dengan beliau.
Temani dan berlemah lembutlah.
Dan tetaplah berbakti kepada beliau dan minta doanya.
Coba perhatikan catatan penting ini..!
Islam selalu memotivasi kita untuk mengutamakan muamalah dengan sesama muslim.
Jika berteman.. utamakan berteman dengan sesama muslim.
Mencari pemimpin, calon pasangan, rekan kerja.. carilah dari kaum muslimin.
Jika ada dua pedagang, satu muslim dan satu lagi bukan. Kita dianjurkan untuk memilih bermuamalah dengan yang sesama muslim terlebih dahulu. Ini berlaku dalam banyak jenis muamalah.
Tapi menariknya.. khusus pada perintah berlaku lembah lembut kepada orang tua. Alloh tidak membeda-bedakan.
Selama dia orang tuamu.. apapun keadaannya dalam iman, hormati. Dan berbaktilah.
Tetaplah berlaku lembut kepada mereka..
Sebab bisa jadi.. andai Alloh tidak memandang sisi kesholehan dan faqihnya orang tua kita dalam urusan agama. Namun Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan mengabulkan doa-doa beliau sebab wasilah kelelahannya selama ini merawat anak dan keluarganya.
Karena lelahnya mereka mencari nafkah.
Karena sabarnya merawat anak.
Karena capeknya menjadi orang tua..
Doa mereka juga berhak dikabulkan sebagai kompensasi yang sepadan.
Alloh yang punya hak untuk mengabulkan doa lewat lisan siapa dan dengan sebab apa.
Maka dati itu.. Tetaplah berbaik sangka.
Wallahu'alam..