Alkisah di suatu pasar..
Ada 2 orang yang senantiasa jadi bahan pembicaraan para penghuninya. Karena keduanya, termasuk yang rame usahanya.
Satu tukang daging.
Yang satu tukang jahit.
Tukang daging yang dikenal sangat dermawan. Hampir setiap pekan di hari tertentu ia bagi-bagi daging cuma-cuma ke orang-orang. Semua orang memujinya..
Di saat yang sama..
Tukang jahit juga dibicarakan. Tapi rata-rata orang berbicara hal negatif tentangnya.
Nggak pernah sedekah lah..
Nggak pernah berbagi lah..
Dibanding-bandingkan dengan kedermawanan tukang daging. Dan seterusnya..
Hingga suatu ketika..
Tukang jahit pun meninggal dunia..
Dan sejak saat itu. Tukang daging tak lagi berbagi seperti biasanya.
Penduduk pasar bertanya..
"Kenapa sekarang tidak berbagi lagi..?"
Tukang daging menjawab..
Karena selama ini, Tukang jahitlah yang menyuruh dia berbagi daging dan membiayai semua daging yang dibagikan itu.
Pasa akhirnya yang membicarakan menyesal. Namun komentar dan buruk sangka terlanjur keluar.
Minta maaf pun tak lagi mampu bertemu orangnya.
Kawan..
Tidak akan ada kebaikan yang terkubur selamanya.
Andai hari ini tak nampak., nanti di saat waktunya tiba, Alloh akan hadirkan ke permukaan hingga semua orang akhirnya tahu kebenarannya.
Jangan lelah berbuat baik..
Jangan khawatir tidak mendapatkan balasan ketika jadi orang baik.
Karena itu.. orang yang gemar berbuat baik harus punya 2 sifat yang menyertai kebaikannya agar tidak merasa lelah dan menyerah.
Yaitu sabar dan ikhlas.
Sabar untuk terus istiqomah..
Ikhlas jika memang tak ada satu orang pun yang tahu. Namun Alloh Subhanahu Wa Ta'ala pasti tahu.