Saya ajak kawan-kawan memaknai bentuk keberlimpahan rezeki yang sering diabaikan..
Dan ini yang saya latih beberapa tahun terakhir. Gini kawan.. khususnya buat para laki-laki. Para pencari nafkah.
Kalau panjenengan mendapati dalam satu hari..
Kok bisa sholat 5 waktu berjama'ah di masjid. Mudah berangkat dari rumah ke masjid. Atau pas dimana saja, namun ketika waktu sholat tiba, kok bisa sholat di masjid. Dan berjama'ah.
Maka syukuri itu..
Rasakan. Dan latih hati untuk menyadari dan mengakui bahwa itu adalah sesuatu yang besar dan istimewa.
Kalau perlu nangislah saat mengingat dan menyadari..
"Iya ya.. seharian ini bisa sholat ke masjid. Bisa mudah jalan ke masjid. Hati terpaut dengan masjid di 5 waktu sholat.."
Sesibuk apapun, secapek apapun..
Kok badan dibuat mudah berangkat jalan ke masjid. Itu hadiah besar di hari itu.
Rasakan kawan.. Rasakan kenikmatannya.
Sebab ini juga rezeki..
Jangan sampai yang beginian tidak dianggap rezeki besar.
Bisa kepikiran sholat di masjid 5 waktu itu rezeki besar.
Hati enteng memaksa badan bergegas ke masjid itu rezeki besar.
Karena begitu banyak manusia yang sudah sepekan, sudah sebulan tidak ke masjid..
Bahkan ada yang sudah tahunan tidak ke masjid pun, hatinya tidak menyesal. Padahal itu adalah adzab paling nyata di dunia.
Sudah seminggu tidak baca Qur'an hati tidak gelisah. Sudah sebulan nggak pegang Qur'an merasa baik-baik saja.. itu mengerikan jika kita mengetahui.
Hati tidak sedih ketika ketinggalan kesempatan bertakwa kepada Alloh itu adalah musibah besar.
Maka, begitu tergerak dan terbiasa dengan ketakwaan.. syukuri.
Kalau yang seperti ini disyukuri..
Insyaallah, nanti Alloh hadirkan rezeki lainnya. Karena yang paling penting (primer) sudah bisa kita syukuri, maka yang sekunder pun akan datang mengikuti.