Sudah jadi rumusnya kehidupan..
Akan selalu ada masa dimana engkau diletakkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam kegelapan yang amat sangat sebelum akhirnya mendapatkan cahaya terang yang menyelamatkan perjalanan.
Malam selalu menjadi lebih pekat dan hening sebelum fajar menyingsing..
Hujan deras disertai angin badai biasanya mengawali hadirnya langit cerah berhiaskan pelangi.
Setiap kita pasti akan mengalaminya..
Masa di mana hidup merasa sendirian.
Jalan keluar yang nampaknya tak kunjung terlihat selama apapun memikirkan.
Ingin minta tolong sudah malu.
Mau teriak sudah tak ada tenaga.
Hanya bisa diam..
Sampai-sampai orang lain merasa kita sudah baik-baik saja. Dan hebat bisa bertahan.
Padahal diamnya badan karena sudah teramat lelah. Dan tenangnya batin karena sudah berniat pasrah.
Tapi inilah momen paling krusial dalam hidup setiap hamba..
Dia berpaling kecewa dari Tuhannya.. dan ini akan menjadi akhir buruk yang makin menghancurkan??
Atau ia kembali iman dan berdoa kepada Alloh, meski dengan suara lirih di sisa tenaga.
Seperti Yunus Alaihissalam di dalam kegelapan berlapis di perut ikan..
لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
"Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."" (QS. Al-Anbiya: 87)
Seperti Musa Alaihissalam saat amat sangat kelaparan di bawah pohon..
رَبِّ اِنِّيْ لِمَاۤ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku."" (QS. Al-Qasas: 24)
Ketika imanmu bisa memaksa lisan dan hatimu tunduk berdzikir dan berdoa..
Semua akan segera membaik.
Bounce back.. Membalikkan keadaan.
Insyaallah.
Kuncinya..
Diam. Jaga Iman. Dzikir dan Doa. Jangan salah langkah. Dan serahkan sisanya kepada Alloh (tawakal).