Saya menyaksikan..
Mereka yang sering dipuji, dan hatinya tak kuat menerima pujian.. akhirnya merasa tinggi dan tak lagi bisa dinasihati. Merasa paling hebat dan paling benar.
Maka, salah satu latihan terpenting yang harus dibiasakan setiap hari adalah tidak gampang mengiyakan apa yang dirasakan hati. Terlebih jika itu karena pengaruh pihak lain.
Kalau dipuji jangan gampang terbang, jangan mudah bangga dan besar kepala.
Demikian pula ketika diomongi dan dikucilkan.. jangan gampang kecil hati.
Senang susahnya hidup, jangan sampai dikendalikan oleh orang lain.
Pandai-pandailah mengatur hati.
Selalu ingat, bahwa yang memujimu tak punya kuasa apapun atas hidup. Dan yang menghina pun juga sama.
Karena, mudah ataupun sulitnya hidup, tidak ditentukan oleh besar kecilnya pujian yang didapatkan.
Karena apapun itu, semua tetap harus berjalan dan kita sendiri yang akhirnya berjuang.
Saat sulit datang, yang pernah memuji hilang. Yang mencaci pun tambah menjauh.
Semakin pandai kita memaksa diri berlatih bahagia di setiap keadaan, maka akan semakin mudah menerima takdir Alloh dan makin gampang bersyukurnya..
Padahal, obat segala kecewa dan sakit hati adalah rasa syukur.
Begitu banyak yang akhirnya tidak bisa menikmati manisnya iman. Lantaran hatinya terlalu haus mencari pengakuan orang lain. Dipuji dia gembira, dihina dia merana.
Lupa bahwa nikmat Alloh masih ada di depan mata.