Kawan..
Ngerasa nggak bahwa langkah kaki tak secepat dulu..? Dan larinya tak sekencang dulu..?
Dulu mau kemana langsung jalan.
Mau ngomong apa aja langsung lantang.
Semua begitu ringan dan spontan.
Namun sekarang, mulai seperti ada semacam tali kekang yang menahan.
Mau bertindak mulai banyak berhenti dan berpikir.
Ingin berteriak pun, seolah suara seperti berat dan tertahan.
Ingin berlari ke depan, tapi naluri mengajak untuk sering melihat ke belakang. Memikirkan jejak yang mungkin akan tercipta.
Dulu saya mengira.. "jangan-jangan aku mulai jadi pengecut."
Tapi ternyata bukan.
Itu bukan takut, namun itu tanda bahwa kita mulai dewasa dan bijaksana.
Kita adalah orang-orang yang tumbuh hebat karena impian besar di masa silam.. lalu akhirnya dibuat tangguh dan bijaksana dengan tertabrak beragam kenyataan.
Hingga akhirnya lebih paham..
Tidak semua isi hati harus dikeluarkan, jika akhirnya mematahkan hati lain yang kita sayang.
Tidak semua keinginan harus dilakukan.
Bahkan tidak semua impian harus diwujudkan..
Ada beberapa hal baik menurut kita, ternyata justru akan lebih baik ketika tetap tersimpan dalam pikiran.
Terkadang, kita menahan diri, menunda atau mengalah karena mempertimbangkan banyak hal.
Terlebih jika apa yang kita lakukan, meski amat sangat ingin, ternyata justru jadi sebab luka bagi orang-orang yang kita sayangi.
Di sinilah puncak kedewasaan dan kebijaksanaan. Ketika hasrat pribadi mampu bertekuk lutut di depan rasa kasihan, sayang dan kepedulian.
Dan ini bukan kelemahan, tapi keindahan dari kemampuan mengendalikan diri.