Sepertinya aneh.. tapi nyata adanya. Pengalaman saya mendampingi ratusan kasus rumah tangga dan tempat konsultasi beragam jenis rumah tangga.
Saya akhirnya tahu..
Bahwa tidak semua wanita butuh cinta.
Tidak sedikit wanita yang ternyata sudah tidak lagi berharap cinta dari suaminya..
Mereka sudah menyerah dan tak lagi menaruh harap untuk dicintai.
Di fase tertentu.. Saya menemukan banyak wanita yang akhirnya hanya ingin 2 hal saja dari suaminya..
1. Kepedulian.
2. Tanggungjawab.
Seolah ingin berkata..
"Kamu sudah tidak cinta aku nggak papa..
Tapi berikan tanggung jawab mu ke anak-anak..
Berikan waktu ke mereka, ajak mereka ngobrol. Didik mereka, temani main sesekali dan penuhi kebutuhannya.
Mereka perlu seneng, mereka butuh sekolah."
Itulah tanggung jawab yang diharapkan.
Bukan lagi cinta..
Atau juga sebagian bahkan pernah terungkap berkata..
"Kamu boleh nakal di luar sana. Terserah..
Mau maksiat, aku sudah tidak peduli.
Tapi tolong peduli dengan anakmu..
Jangan sampai dia tahu bapaknya seperti itu di luar. Nakal lah untuk dirimu sendiri.. tapi sembunyikan dari anak-anak."
Demikian beberapa suara hati yang akhirnya saya pahami.
Di sisi lain, saya jadi mengerti..
Apa yang dimaksudkan Imam Hasan Basri Rahimahullah Ta'ala ketika menasihatkan salah seorang sahabatnya..
"Nikahkan lah anak perempuanmu dengan mereka yang bertakwa. Kalau si laki-laki mencintai anak perempuanmu, dia akan memuliakannya. Tapi jika si laki-laki sudah tak lagi mencintai anakmu, dia tidak akan mendholiminya.."
Lebih luas saya mencoba memahami..
Mungkin yang dimaksud tidak mendholimi ketika tak lagi mencintai adalah.. tetap memberikan nafkah kepada istri dan terus tanggung jawab atas kebutuhan anak-anak. Atau lepaskan dengan cara yang baik, bukan didiamkan tanpa keputusan bertahun-tahun, tanpa pula ditemani dan dinafkahi.
Ini pelajaran besar bagi para suami..
Termasuk saya.
Jika sudah tak lagi bisa mencintai.. atau cinta sedang surut karena satu dua hal.
Tetaplah peduli. Dan tetaplah bertanggungjawab.
Nakalmu untuk dirimu. Tapi tanggungjawabmu diperlukan oleh anakmu.
Jika cinta memang sedang surut, setidaknya jangan lantas tidak peduli dan cuek begitu saja. Karena peduli itu tanda kedewasaan..
Sedang kan cinta itu urusan perasaan.
Kalau kamu sudah dewasa.. pedulilah kepada yang menjadi tanggunganmu apapun keadaan hatimu.