Ada kalanya kita tertawa bukan karena bahagia atau melihat sesuatu yang lucu..
Kita tertawa karena sedang menertawakan pilihan diri sendiri.. kenapa ada di jalan ini?
Mau mundur tapi sudah tak bisa..
Akhirnya tertawa untuk menutupi penyesalan.
Tertawa bagi sebagian orang bisa jadi bentuk topeng penghibur..
Maka jika melihat kawanmu tertawa..
Padahal kita tahu dia sedang tidak baik-baik saja.. ikutlah tertawa bersamanya.
Karena itu menyemangati batinnya.
Menguatkan jiwanya..
Dan seolah memberi penegasan..
"Aku menemanimu kawan.. sudah, gak papa.. lanjutkan dan jalani."
Dan untuk kawan-kawan yang sedang merasa keliru pilihannya, salah jalannya.
Sudah nggak papa. Kita tertawa dulu saja.
Menertawakan diri sendiri atas pilihan..
Menyadari itu karena kurangnya ilmu..
Lalu kuatkan hati dan ambil pelajarannya.
Karena orang yang mampu menertawakan kesalahannya.. biasanya kelak akan jadi lebih bijaksana.
Saat ia sudah berada di masa depan.., masa lalu yang dihadapinya dulu dengan tertawa adalah kenangan yang ternyata menyelematkan diri dari keterpurukan.
Jangan gampang nangis hanya karena salah mengambil keputusan..
Itu akan menghancurkan batinmu.
Karena ini belum hasil akhir. Belum episode final..
Masih terus berjalan. Dan masih mungkin berubah-ubah ceritanya dan kejutannya.