Ada satu survei yang pernah saya baca..
Bahwa di zaman yang serba penuh dengan suara seperti sekarang ini.. ternyata salah satu kenikmatan tertinggi yang begitu didambakan banyak sekali orang-orang adalah KETENANGAN.
Tenang saat ini menjadi hal yang paling dicari.
Orang pergi Healing ke tempat-tempat terpencil.
Stay cation nyari hidden gem.. semua itu berujung karena ingin mencari tenang.
Para emak-emak yang lelah seharian mengurus anak dan rumah.. kadang hanya butuh tenang sebentar tanpa teriakan, "maaaa.. ambilin makan.."
"Maaa.. ambilin minum.."
"maaa.. ambilin baju." Itu saja sudah sangat istimewa.
Para ayah setelah seharian kerja..
Kadang pingin juga tenang dengan hobinya sebentar saja tanpa diganggu.
Ada yang ngeliatin ikan.
Ada yang ngelapin koleksinya. Dan sejenisnya..
Itu semua upaya mencari tenang.
Tenang adalah hadiah bagi jiwa yang sedang lelah.
Padahal.. ketenangan itu tidak ada dimana-mana.
ALLOH menciptakan ketenangan untuk bersemayam di hatinya orang yang punya iman.
هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَا دُوْۤا اِيْمَا نًا مَّعَ اِيْمَا نِهِمْ ۗ
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)." (QS. Al-Fath: 4)
Maka mereka yang mencari tenang melalui tempat-tempat indah.. ia akan kehilangan ketenangan begitu kembali ke tempat asal.
Yang mencari ketenangan dengan harta.. ia akan kehilangan ketenangan seiring berkurangnya harta.
Tapi ketenangan itu ada di hati.
Dan perjalanan menuju ketenangan dimulai dari memiliki sifat Qona'ah.
Perasaan untuk selalu merasa cukup.
Abu Hatim Rahimahullah Ta'ala berkata..
"Sifat Qana'ah itu letaknya dihati, maka barang siapa yang hatinya merasa cukup, maka kedua tangannya pun demikian. Dan barang siapa yang hatinya fakir (selalu merasa kurang), maka kekayaan tidaklah memberikan manfaat kepadanya.
Barang siapa yang memiliki sifat Qana'ah, maka dia tidak akan berkeluh kesah, dia hidup dengan aman dan mendapatkan ketenangan."
Mereka yang senantiasa mudah cukup dengan apa-apa yang Alloh berikan atas setiap hasil usahanya, itulah orang yang gampang tenang.
Baginya, Alloh sudah teramat baik..
Tidak ada yang lebih baik dari setiap pemberian Alloh.
Tapi ingat.. semua ketenangan membutuhkan iman sebagai syaratnya. Mereka yang mulai rusak imannya, pasti rusak pula ketenangan di dalam hatinya.