Rumah yang di dalamnya miskin dari budaya meminta maaf, akan menjadi rumah yang kering dari kasih sayang.
Permintaan maaf itu tidak hanya muncul tatkala kesalahan terjadi.. ada kalanya, permintaan maaf itu bisa dikeluarkan ketika kita ingin melembutkan hati.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ فَا عْفُ عَنْهُمْ
"Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka.." (QS. Ali 'Imran: 159)
Membuka percakapan dengan meminta maaf meski mungkin bukan kita yang salah itu merupakan bentuk kedewasaan.
Sebab dengan penuh kesadaran mengetahui.. Bahwa ada beberapa hati yang egonya terlalu tinggi. Merasa benar sendiri. Dan tak suka orang lain berada di level yang lebih tinggi.
Memintaa maaf terkadang juga mampu menjadi solusi jitu ketika dua hati tak menemukan titik lembutnya jika terus-terusan bersikeras dengan diamnya.
Meminta maaf tidak akan menjatuhkanmu kawan.. itu adalah sikap Ksatria yang tak semua orang mampu melakukannya.
Bahkan orang berbadan besar, berotot sangar sekalipun belum tentu mampu melakukannya. Karena berani meminta maaf juga merupakan wujud kematangan dari proses belajar sekian lama tentang seni berinteraksi.
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا
"Tidaklah ada seseorang yang memberi maaf pada orang lain melainkan itu kemulian baginya." [HR. Muslim]
Sebuah keluarga yang membiasakan anggotanya untuk saling meminta maaf dan memaafkan, niscaya di dalamnya akan muncul 6 hal;
1. Kasih sayang.
2. Kehangatan.
3. Saling mengerti dan empati.
4. Tidak suka menang sendiri.
5. Keberanian untuk jujur.
6. Dan sikap rendah hati ketika berinteraksi dengan manusia lainnya.