Siklus merasakan beratnya ujian pasti dirasakan oleh semua orang. Tak terkecuali saya pun pernah merasakan mendapatkan giliran itu.
Merasa ujian yang dihadapi teramat berat dan sulit. Bahkan serasa menarik nafas pun berat, membuka lebar mata pun sulit. Punggung terasa ditimpa beban ratusan kilo..
Namun saat hendak mengeluh, dan merasakan terpuruk.. saya selalu ingat dan memaksa diri berpikir, bahwa pasti ada orang di tempat lain yang lebih sulit keadaannya daripada saya.
Sudahlah sulit.. ditambah bisa jadi mereka tidak memiliki kemudahan yang masih saya punya. Astagfirullahal'adziim..
Saya memaksa diri memikirkan dan menyadari, mungkin saat ini sulit..
Tapi Alhamdulillah, harus alhamdulillah.. bahwa masih ada kemudahannya yang Alloh Ta'ala sisakan.
Pasti ada.. pasti ada..
Cari dan syukuri.
Setidaknya masih ada kendaraan yang memudahkan bergerak.
Ada sedikit harta yang bisa dipakai.
Ada teman yang bisa ditanya.
Ada keluarga yang masih menemani.
Pikirkan kemudahan yang Alloh sisakan.
Jangan keluhkan kesulitannya..
Itu jebakan setan agar kita fokus pada kesulitan, akhirnya lupa dengan nikmat yang Alloh berikan.
Ujian pasti selalu datang..
Bahkan mungkin sebenarnya tidak pernah berhenti. Ujian pasti berlalu..
Berlalu lalang sih tepatnya. Adaaa aja terus.
Maka fokusnya bukan pada "Gimana caranya bebas Ujian.." Tapi ubah ke "Bagaimana caranya agar hati senantiasa ikhlas dan tawakal."
Karena kita selamat dari hisab di akhirat bukan karena ada tidaknya ujian, melainkan karena keadaan hati saat melewati ujian.
Apakah tetap bisa bersabar dan bersyukur..? Atau mengeluh dan kufur nikmat..