Hari ini, saya terpikir untuk menukil nasihat dari salah seorang Sahabat Rasuulullah Shollallahu ’alaihi wa sallam. Yang saya berharap kepada Alloh. Semoga nasihat ini singgah tepat di hati yang sedang membutuhkannya. Termasuk untuk diri saya pribadi.
Begini bunyi nasihatnya..
"Jika engkau kehilangan harta, engkau tidak kehilangan apa-apa. Jika engkau kehilangan kesehatan, engkau telah kehilangan sebagian dari sesuatu. Jika engkau kehilangan akhlak, maka engkau telah kehilangan segalanya."
Ini nasihat yang ingin saya bagikan.. yang diucapkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu.
Kawan, siapapun antum yang hari ini baru saja kehilangan harta dalam jumlah besar. Maka ketahuilah, antum tidak kehilangan apapun.
Harta hari ini yang hilang.. belum tentu harta yang terpakai di kemudian hari. Karena di saat waktunya tiba, Alloh Azza wa jala akan hadirkan harta lain lagi sesuai kebutuhannya.
Kita sering kali khawatir atas harta yang hilang seolah-olah harta yang hilang hari ini adalah harta yang bisa kita gunakan sebagai penyelamat di masa depan.
Padahal.. nanti di masa depan, Alloh hadirkan lagi yang baru.
Bukankah antum sudah pernah mengalaminya berkali-kali?? Bahwa harta yang dulu hilang, ternyata tidak mempengaruhi hidup. Buktinya kita sekarang juga masih hidup, dan ada lagi harta yang datang mengisi tabungan.
Begitulah roda rezeki.
Dan ingat.. yang hilang memang berarti bukan milik kita. Itu hanya sekedar mampir saja.
Ingat prinsip ini. Catet baik-baik dalam hati.
REZEKIKU ADALAH YANG SUDAH AKU PAKAI DAN AKU NIKMATI.
Ini prinsip dasar rezeki..
Pokoknya kalau belum dipakai dan dinikmati, itu baru transit. Uang di rekening. Baju di lemari. Makanan di meja makan.
Apapun itu.. kalau belum dipakai atau dinikmati, berarti bukan milik kita. Maka jangan merasa memiliki.
Nanti kalau memang sudah waktunya kita menikmati rezeki. Meski habis sekalipun, Alloh akan isi lagi dan kita bisa pakai saat tepat waktunya.
Artinya, harta yang hilang tak pernah jadi sebab kerusakan masa depan.
Dan setiap kita pasti akan diuji dengan harta yang sedikit..
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah: 155)
Maka ketika hilang harta.. tenangkan diri. Nanti akan datang lagi gantinya yang memang jadi jatah kita.
Justru yang paling penting adalah kesehatan. Jangan sampai harta yang hilang mempengaruhi keadaan pikiran dan hati yang menyebabkan kita sakit. Lalu justru kita kehilangan banyak kesempatan.
Harta jangan jadi beban psikologis. Jangan jadi sebab hancurnya batin.
Lepaskan.. ridho. Terima.
Menerima keadaan itu ilmu keren.
Karena seringkali, tak harus selalu keadaan yang berubah baik, cukup hatimu yang diubah untuk mau menerima. Maka seketika keadaan akan membaik.
Terima keadaan. Dan fokus perbaiki ibadah. Agar mengundang ridhoNya Alloh..
Saya teringat nasihat dari Syeikh Mutawalli as-Sya'rowi, beliau berkata..
"Jangan beribadah kepada Alloh agar Ia memberi. Tapi beribadahlah pada Alloh agar Ia ridho. Karena, ketika Ia ridho, kamu akan terkejut dengan pemberian-Nya."
Kalau sudah ridho. Insyaallah jadi sehat lahir batinnya.
Hilang harta tak apa.. yang penting sehat. Syukuri itu.
Besok bisa ikhtiar lagi. Bisa kerja lagi.
Artinya masih ada kesempatan lagi.
Bayangkan kalau sehatnya yang hilang. Harta adapun tak bisa kita nikmati. Bahkan terkadang habis untuk cari sehat.
Dan yang paling penting lagi..
Jangan sampai kehilangan akhlak. Karena begitu hilang akhlak. Kita akan kehilangan martabat. Kehilangan nama baik.
Dan saat nama sudah tak baik.. tak ada lagi yang mau percaya. Tak ada lagi yang mau kerjasama.
Saat itulah kita kehilangan segalanya.
Maka pernah saya sampaikan.
Orang yang paling bangkrut bukanlah orang yang kehilangan hartanya. Tapi orang yang bangkrut adalah orang yang kehilangan kepercayaan orang lain.
Antum bangkrut, tapi masih banyak teman yang percaya, insyaallah masih bisa bangkit.
Supplier masih percaya, akhirnya boleh ngambil barang lagi. Boleh bayar tempo dulu.
Tapi sekali kepercayaan hilang. Mau masih Jaya pun, lama-lama dijauhi orang dan hancur.
Di zaman yang seperti ini.. akhlak adalah penentu. Apakah kita layak dilibatkan oleh orang lain dalam urusan mereka atau tidak.
Maka benarlah nasihat di atas..
Kehilangan harta itu bukan perkara besar. Yang penting masih sehat..
Justru kehilangan yang besar adalah di saat kita kehilangan akhlak.
Jangan karena ingin dikenal, cepat kaya, cepat sukses. Lantas lupa dengan akhlak yang baik.
Dunia ini persinggahan semata. Cari dunia yang memudahkan urusanmu di akhirat. Jika mendapat dunia yang hanya jadi penghambat urusan akhirat, sebaiknya pikirkan ulang. Malah lebih baik dilepaskan.
Siapa yang memberikan dirinya kepada dunia, maka dunia hanya memberinya sepotong tanah sebagai tempat kuburnya.
Siapa yang memberikan dirinya kepada Alloh, maka Alloh akan membalas dengan memberikan surga kepadanya seluas langit dan bumi.