Kawan-kawan.. ini adalah hari dimana amal-amal sholeh sangat dianjurkan.
Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada hari dimana amal sholeh pada saat itu lebih dicintai oleh Alloh daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.
Sahabat bertanya : "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?"
Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“. (HR. Bukhari)
Ingat, ini hari beramal sholeh..
Bukan malah hari bermaksiat.
Karena sepertinya, ada yang sedang senang mengisi 10 hari bulan Dzulhijjah ini dengan beragam kemaksiatan.. dan mengajak orang lain ikut mengamalkannya.
Mungkin sekarang dirasa waktu yang pas untuk maksiat.. bukan untuk ngamal.
Padahal para ulama menjelaskan..
"Jika ada waktu tertentu yang Alloh khususkan di waktu tersebut amal sholeh dilipatgandakan pahalanya. Maka maksiat di waktu itu pun juga dilipatgandakan dosanya."
Yuk.. borong yang banyak sekalian.
Di saat sebagian kita mencari amal jariyah.
Masih ada hari ini, sekelompok orang yang justru mempersiapkan dosa jariyah dengan bangganya.
Hati-hati dengan tipuan setan.
Karena setan menjerumuskan seseorang melalui 3 tahapan..
1. Menganggap diri lebih baik dari orang lain.
2. Merasa paling benar hingga sulit dinasihati.
3. Menganggap kecil dan remeh sebuah maksiat.
Saat ketiganya mulai merasuk ke hati..
Maka yang menasihati akan dianggap musuh.. meski itu benar.
Dan yang mendukung akan dianggap teman, meski itu salah.
Paling pandai memberi peringatan, tapi paling anti untuk diingatkan.
Kalau sudah demikian.. kembalikan kepada Alloh saja. Karena tugas kita hanya memberi peringatan.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan, engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,." (QS. Al Ghasyiyah: 21-22)
Tugas sebagai seorang muslim kepada muslim yang lain sudah ditunaikan..
Nasihat sudah diberikan.
Laranganpun sudah disampaikan..
Maka selanjutnya, kita akan menanggung masing-masing konsekuensi atas pilihan pribadi. Sampai jumpa di yaumul mizan..
Hati mereka sudah di luar kendali kita.
“Jangan menasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Nasihatilah orang yang berakal, karena dia akan mencintaimu.” (Ali bin Abi Thalib)
Termasuk status ini pun nanti akan ada yang mengomentari.. "Dalil lagi.. ngeluarin hadits lagi.."